berita POLITIK

Dodi Purwanto : Bila Memang Terjadi Bumbung Kosong Ya Gak Masalah

Kediri, demonstran.com – Meski Pemilihan Bupati masih menyisakan 6 bulan lagi yakni tepatnya pada 9 Desember 2020 mendatang, namun suhu politik di Kabupaten Kediri mulai beranjak memanas.

Suara calon tunggal atau bumbung kosong itupun mencuat seiring perkembangan peta politik yang terjadi di dalamnya.

Meski demikian, bila nantinya benar terjadi bumbung kosong pun tak menjadi persoalan, mengingat perihal tersebut telah diatur berdasarkan undang-undang.

Seperti yang diutarakan oleh Dodi Purwanto Sekretaris DPC Partai PDIP Kabupaten Kediri. Ia mengaku jika memang dalam Pilbup Kediri nanti terjadi melawan bumbung kosong, pihaknya tak  mempermasalahkan terkait perihal tersebut.

Dikatakan oleh Dodi, meski SK rekomendasi PDIP belum keluar, namun dirinya mengklaim, jika 99 persen rekom tersebut mengerucut atas nama Hanindhito Himawan Pramono dan Dewi Maria Ulfa. Sedangkan justru dari partai PKB yang telah terlebih dahulu menurunkan SK nya untuk pasangan Dhito dan Dewi.

Sementara itu, Dodi tak risau dengan suara-suara sumbang yang menentang wacana calon tunggal di Pilkada Kabupaten Kediri 2020. Pihaknya berdalih keberadaan calon tunggal tidak melanggar regulasi baik Undang-undang Pemilu maupun PKPU.

“Saya rasa sah-sah saja (adanya calon tunggal), kalau ada pro dan kontra itu hal yang wajar. Karena berumah tangga saja, satu keluarga, satu rahim pun kadangkala ada pro dan kontra (menyikapi) dinamika politik,” tuturnya.

Bersamaan dengan hal itu, Dodi mengaku juga tengah menjalin komunikasi dengan ke 9 partai untuk memantapkan keinginannya tersebut. 
Terpisah. Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri,

Sentot Djamaludin, menilai Dhito-Dewi merupakan duet ideal. Ia yakin di tangan keduanya Kabupaten Kediri akan semakin bertambah maju, tentunya tanpa meninggalkan aspek religiositasnya.

Selain PDI Perjuangan dan PKB, ada satu parpol lainnya yang melempar sinyal bakal segera bergabung. Partai tersebut ialah Golkar. Internal partai tersebut telah bersepakat pencalonan Dhito, hanya saja SK rekomendasi belum turun dari DPP.

“Kita kan sepakat dengan Dhito ya. Itu formalnya (SK rekomendasi) belum datang, belum turun ke DPD. Kita ya mengikuti saja, apa yang direkom DPP ya kita ikuti,” jelas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kabupaten Kediri, Sigit Sosiawan.

Sementara parpol lainnya memilih wait and see dalam merespon munculnya pasangan Dhito-Dewi. Seperti Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kediri, Yakup, yang memilih menunggu perkembangan politik di Kediri.

“Kami (Partai Demokrat) dengan Mas Dhito juga komunikasi baik. Tapi kaitannya dengan tindak lanjut belum. Jadi kami pun juga masih memantau perkembangan politik hari ini, tentu tetap berkomunikasi dengan pusat dan daerah,” pungkas Yakup.(glh)