berita DAERAH

Diduga Karena Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Ibu Rumah Tangga Akhiri Hidupnya

Kediri, demonstran.com – Margiasmani (41), warga Desa Sidorejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban nekad mengakhiri hidupnya diduga karena tidak kuat menahan sakit yang diderita tak kunjung sembuh, Jumat(11/10) sekira pukul 06.00 WIB.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh suami korban Suasono Hadi (44) sekira pukul. 06.00 WIB.
Saat itu Suami korban habis mandi kemudian  menuju ke kamar namun tidak melihat korban berada di kamarnya.
Merasa khawatir, suami korban kemudian mencari di sekitar rumah. Saat keluar rumah melihat pintu kandang terbuka suami korban mendatangi kandang tersebut dan mendapati korban sudah dalam posisi menggantung dan sudah tidak bernyawa.
Melihat istrinya tergantung suami korban segera membangunkan anak anaknya untuk meminta pertolongan.Anak korban yang bernama Yongki (25) segera melaporkan kejadian tersebut kepada RT Harsono (54).
Mendapat laporan tersebut Harsono langsung meneruskan ke perangkat desa yang diteruskan ke pihak kepolisian sektor Pare.
Kapolsek Pare Iptu Nyoman melalui Kasi Humas Polsek Pare Bripka Rendi mengatakan bahwa memang benar ada salah satu warga yang berada mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Mendapat laporan adanya orang gantung diri, anggota Polsek Pare dan Tim Inafis Polres Kediri dibantu petugas Puskesmas Desa Sidorejo langsung menuju ke TKP, guna melakukan olah TKP,” ucap Kasi Humas Polsek Pare Bripka Rendi.
Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Sidorejo dr.Candra dan team Inafis Polres Kediri tidak menemukan tanda tanda kekerasan diduga korban meninggal karena gantung diri.
Menurut keterangan keluarga korban bahwa korban sudah lama menderita sakit Kanker Serviks dan pernah bercerita kepada adik korban untuk mengakhiri hidupnya karena sudah tidak tahan dengan penyakit yang di deritanya.
Kasi Humas Polsek Pare Bripka Rendi mengatakan bahwa korban mengakhiri hidupnya lantaran tidak kuat menahan sakit kanker serviks yang dideritanya.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan berdasarkan informasi dari keluarga bahwa korban menderita sakit kanker serviks yang tak kunjung sembuh akhirnya nekad mengakhiri hidupnya,” ucapnya.
Masih menurutnya, dalam kejadian tersebut polisi juga mengamankan barang bukti yang digunakan untuk mengakhiri hidupnya (korban, red) berupa Kain berwarna ungu motif bunga panjang sekira 130 Cm. Kursi plastik warna merah, serta Sandal korban.
Keluarga tidak bersedia jika jenazah korban diotopsi dan menerima sebagai musibah.Dan langsung memakamkan korban.(yy)