berita DAERAH

Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pemuda Ditemukan Gantung Diri

Kediri, demonstran.com – Warga Dusun Banjaranyar Desa Gempolan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri digegerkan dengan penemuan seorang pemuda yang meninggal dunia dengan cara gantung diri, Selasa (20/10).

Adapun identitas korban yakni Andrea Tri Cahyo (19) pemuda warga Dusun Banjaranyar Desa Gempolan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri,

Kasi Humas Polsek Gurah Bripka Heru Suyono mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh M. Torik (52), orang tua korban. Saat itu saksi sengaja mencari anaknya di kamar lantai bawah namun tidak ada. Kemudian saksi mencari keberadaan korban ke kamar kosong yang ada di lantai atas, alangkah terkejutnya saksi saat masuk ke kamar kosong yang ada di lantai atas melihat korban dalam kondisi menggantung dan sudah tidak bernyawa.

“Mengetahui sang anak meninggal dengan cara gantung diri orang tua korban spontan panik. Kemudian saksi meminta tolong kepada warga sekitar dan dilanjutkan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gurah,” terang Kasi Humas Polsek Gurah Bripka Heru Suyono..

Petugas Polsek Gurah yang mendapatkan laporan atas kejadian orang gantung diri langsung menuju ke tempak kejadian bersama tim Inafis Mapolres Kediri serta dokter Puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas luka penganiayaan,” tutur Bripka Heru.

Lebih lanjut Bripka Heru mengatakan bahwa korban meninggal dunia dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali tampar plastik warna biru merah ukuran kurang lebih 3 meter yang diikatkan di kayu yang ada di atas kamar dengan ketinggian kurang lebih 2 meter.

“Berdasarkan informasi dari keterangan saksi keluarga korban. Korban mempunyai riwayat gangguan jiwa. Bahkan korban sebelumnya sudah 4 kali melakukan percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri namun tidak berhasil karena perbuatannya diketahui oleh keluarganya,” ucapnya.

“Keluarga korban sudah menerima atas kejadian tersebut adalah musibah dan menolak jika korban dilakukan otopsi dengan bersedia membuat surat pernyataan tidak akan menuntut secara hukum,” pungkasnya.(yy)