berita DAERAH POLITIK

Dhito-Dewi Semakin Kuat, dengan Merapatnya PKS di Kubu Koalisi

Kediri, demonstran.com – Empat hari jelang pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati Kediri periode 2021-2026, pundi-pundi dukungan pasangan calon Hanindhito Himawan Pramono-Dewi Mariya Ulfa bertambah.

Ya, pasangan calon yang akrab disapa Dhito-Dewi ini kembali mendapatkan dukungan dari partai politik yakni dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dengan bergabungnya PKS di kubu koalisi menjadikan pasangan Dhito-Dewi, kini didukung 8 partai politik dengan jumlah perolehan kursi sebanyak 48 kursi dari total 50 kursi parlemen yang ada di DPRD Kabupaten Kediri.

Tatak Widi Herjuno, Ketua Umum DPD Partai PKS Kabupaten Kediri mengatakan, semua keputusan mengusung Dhito-Dewi itu ada ditingkat pusat.

“Kita hanya menjalankan perintah yang sudah diputuskan oleh DPP. Hanya saja, memang mekanismenya adalah DPP memutuskan itu berdasarkan komunikasi dengan kita ditingkat bawah. Dan hasilnya PKS menyetujui untuk mengusung Dhito-Dewi dalam pencalonan Pilkada yang digelar 9 Desember 2020 nanti,” katanya saat ditemui di Kantor DPD PKS yang terletak di Jalan Dr Wahidin Desa Sukorejo Kecamatan Gurah, pada Senin 31 Agustus 2020.

Disinggung mengenai alasan PKS yang pada akhirnya menjatuhkan pilihannya untuk mengusung pasangan Dhito-Dewi. Tatak mengaku, lantaran memiliki kesamaan visi-misi yang sama dengan PKS.

Menurut Tatak, kesamaan visi-misi tersebut salah satunya yakni adanya komitmen untuk memperjuangkan aspirasi umat islam yang ada di Kabupaten Kediri, kedua beliau berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan dari para guru, buruh maupun karyawan. Sedangkan komitmen yang ketiga adalah berusaha memperjuangkan pendidikan dan kesehatan gratis bagi Kabupaten Kediri.

“Disisi lain, masih ada kontrak politik yang sudah menjadi kesepakatan antara Dhito-Dewi dengan PKS. Di mana kontrak politik ini adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk nanti kita kawal di pemerintahan,” ungkapnya.

Terpisah, Dhito mengaku jika pihaknya telah memprediksi bila PKS akan mengusungnya di Pilkada Kabupaten Kediri. Namun karena ada proses tarik ulur di internal, akhirnya rekomendasi dari PKS turun belakangan.

“Tapi ternyata tetap diputuskan (rekomendasi) ke saya. Maka saya akan sangat mengapresiasi apa sudah diamanahkan oleh PKS,” papar Dhito.

Dhito berharap PKS nantinya dapat menggerakkan mesin dan struktur partai untuk memenangkannya di Pilkada Kabupaten Kediri. Dia meminta PKS bersama partai koalisi lainnya untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat.

“Jadi lebih melakukan sosialisasi terus ke masyarakat, tidak menargetkan berapa-berapanya. Termasuk kepada Partai PDI pun saya juga tidak menargetkan berapa-berapa suaranya,” ungkapnya.

Sementara itu, dengan merapatnya 8 partai politik di satu koalisi ini menjadikan pasangan Dhito-Dewi berpeluang besar untuk menjadi calon tunggal dalam kontestasi pesta demokrasi lima tahunan nanti. Lantaran hanya menyisakan satu partai politik yakni PPP dengan perolehan dua kursi parlemen. Dua kursi tersebut kursi secara otomatis tak mampu untuk mengusung salah satu calon untuk maju di bursa pemilihan bupati dan wakil bupati Kediri tahun ini. Karena batas minimal untuk mengusung calon, partai atau gabungan partai politik membutuhkan minimal 10 kursi.(glh)