berita DAERAH

Dewan : Dana Hibah Pemkot ke KONI Kota Kediri Seharusnya Tidak Dilakukan

Kediri, demonstran.com – Pemberian dana hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri menuai kritik. Alasannya, KONI dianggap lembaga yang tidak seharusnya menerima dana hibah.

Sorotan itu datang dari Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Kediri Ashari. Menurut politisi ini, pandangannya berdasar pada pasal 21 Perpres nomor 95 tahun 2017 tentang peningkatan olahraga prestasi nasional.

“Pada dasarnya KONI adalah perkumpulan seluruh induk cabang olahraga yang melakukan kompetisi atas kehendaknya sendiri,” ujar Ashari kepada wartawan ini.

Ia menilai bahwa tugas dan tanggung jawab melaksanakan pengembangan bakat dari calon atlet berprestasi ada di cabang olahraga (cabor) masing-masing. Ashari menambahkan bahwa tugas dan peran KONI hanya membantu dalam hal pengawasan dan pendampingan.

Pendapatnya tersebut diakuinya mengacu pada pasal 5 ayat 2, pasal 8 ayat 4, dan pasal 15 ayat 2 Perpres nomor 95 tahun 2017. “Apalagi pada situasi pandemi seperti ini semua kegiatan termasuk olahraga dibatasi aktivitasnya. Semestinya hibah kepada KONI, mungkin, bisa ditinjau kembali,” imbuhnya.

Ashari menilai bahwa hibah kepada KONI Kota Kediri yang memiliki nilai sebesar Rp 10 miliar tersebut lebih baik digunakan untuk dana Covid-19. “Terlebih dapat dituangkan dalam kegiatan nyata seperti pembagian masker secara berkelanjutan,” timpal pria berkumis tebal tersebut.

Sementara itu, Pemkot Kediri menganggap bahwa hibah kepada KONI tersebut sudah sesuai peruntukannya. Dana tersebut menjadi kebutuhan bagi organisasi tersebut.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan bahwa hibah kepada KONI Kota Kediri tersebut telah dialokasikan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) awal tahun. Hibah tersebut diakui tidak mengalami perubahan lantaran beberapa faktor.

“Ada beberapa pertimbangan yang melandasi hibah tersebut,” tutur orang nomor satu di Kota Kediri tersebut.
Pertama pihaknya melihat bahwa KONI Kota Kediri tetap perlu menata sarana dan prasarana yang digunakan oleh masing-masing cabor. Terutama dalam rangka meningkatkan latihan dan kemampuan para atlet yang ada dalam naungan cabor tersebut.

Alasan lain adalah Abu melihat bahwa KONI Kota Kediri masih menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan atlet untuk semua cabor. Terutama cabor yang harus mengikuti latihan secara berkesinambungan untuk mempertahankan gelar.
“Pembinaan dan pelatihannya juga dilakukan dengan disiplin ketat dan mematuhi protokol kesehatan,” pungkas Abu.

Sementara itu, dana hibah yang diterima oleh KONI Kota Kediri selama 2 periode terakhir ini yakni 2019 dan 2020 memiliki besaran yang sama yakni senilai 20 Miliar Rupiah.(glh)