berita HEADLINE

DEWAN BARU JANGAN MEMBLE

Kediri, Tabloid Demonstran – Anggota DPRD Kabupaten dan Kota Kediri telah dilantik. Mereka bakal mengemban tugas mewakili aspirasi warga Kediri selama masa periode 2019 2024. Masyarakat berharap lebih terhadap peran dari anggota dewan yang telah dilantik ini terutama anggota yang baru dalam membawa daerahnya menjadi lebih baik dan maju. Selain masyarakat, pengamat, LSM, hingga tokoh masyarakat banyak memberi masukan ataupun kritikan serta harapan akan kinerja maupun peran yang seharusnya dilakukan oleh anggota dewan.

Momentum untuk Berbenah

Sapta Andaruisworo, pengamat pemerintahan dari Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri mengatakan, anggota DPRD Kabupaten ataupun Kota Kediri periode 2019-2024 yang baru dilantik harus berbenah sehingga mereka dapat mengoptimalkan fungsi yang mereka miliki seperti legislasi, kontrol dan penganggaran.

“Ini merupakan momentum yang tepat untuk berbenah agar hasil yang didapatkan nanti dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten dan Kota Kediri,” kata Sapta, kepada Tabloid Demonstran.

Menurutnya anggota DPRD Kediri periode sebelumnya kurang greget, kurang responsif dan kurang kritis dalam menjalani tiga tugas pokok dan fungsi utama mereka. Menurut dia peran yang ditunjukkan DPRD di periode sebelumnya kurang begitu maksimal. Menurutnya, hal ini bukan hanya tantangan bagi anggota DPRD Kab/Kota Kediri yang baru saja, namun juga bagi mereka yang petahana.

“Kalau tidak ada perubahan tentu Kediri akan tetap stagnan,” katanya.

Untuk anggota DPRD Kediri yang baru mereka juga harus mempersiapkan diri mereka untuk memahami tugas utama sebagai seorang legislator.

Ia mengakui mereka semua akan mengikuti Bimtek untuk menambah wawasan anggota DPRD namun hal itu merupakan sebuah sistem. Semua itu, menurutnya sangat bergantung dengan aktor yakni manusianya sendiri.

“Kalau tidak ada komitmen atau motivasi berbeda maka hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.

Mantan ketua KPU Kabupaten Kediri dua periode ini juga menilai, hadirnya sosok muda anggota DPRD seperti Regina Nadya Suwono DPRD terpilih Kota Kediri dan juga Neno Destira DPRD terpilih Kab Kediri menjadi warna baru dalam menggerakkan roda pemerintahan.

Diharapkannya, dengan usianya yang masih muda dalam menjabat anggota legislatif, mereka tidak terkontaminasi dengan tradisi lama yang mungkin saja dicap buruk oleh sebagian masyarakat.

“Jadi mereka ini masih murni. Diharapkan mampu menjadi sosok anggota legislatif yang memang benar-benar bekerja untuk rakyat dan untuk rakyat. Biasanya kalau pemuda sifatnya yang menggebu-gebu serta idealis ini diharapkan dapat memberikan warna baru bagi kebaikan daerah Kab/Kota Kediri serta dapat memberikan kinerja yang signifikan untuk negeri ini,” jelasnya.

Harus Berpihak Kepada Masyarakat

Sementara itu kritikan serta masukan kinerja dewan inipun juga hadir dari kalangan LSM. Seperti halnya cuitan dari Roy Kurnia Irawan. Ia berharap kepada anggota DPRD Kediri terpilih untuk bisa bersatu dan bersama membangun Kediri menuju lebih baik dengan menunjukkan karya dan dedikasi kinerjanya yang selalu berpihak pada nasib masyarakat kecil.

“Kepada anggota DPRD baru yang telah dimandatkan oleh masyarakat untuk menjadi anggota DPRD, diharapkan dalam urusan pembangunan Kediri kedepan sejenak lupakanlah partai dan saatnya bersatu membangun Kediri. Tolong diingat mereka sudah dilantik menjadi anggota DPRD, sehingga saat ini mereka telah menjadi milik masyarakat Kediri (wakil rakyat) yang harus benar – benar bekerja sepenuh hati untuk melayani masyarakat Kediri,” ujarnya.

Bang Roy, sapaan akrab LSM ini mengaku, jika ia menginginkan kerja nyata dari peran DPRD dalam mengawal aspirasi rakyat. “Saya ingin, nantinya ada benar-benar muncul sosok anggota legislatif yang idealis. Legislatif yang benar-benar memperjuangkan rakyat hingga titik darah penghabisan. Jangan hanya sekedar menemui rakyat dan berkedok seolah memang ia akan berusaha mengawal aspirasi itu namun dibelakangnya hanyalah fiktif belaka dan hanya duduk-duduk nyaman di kursi parlemen,” bebernya.

Jangan Melupakan Janji Kampanye

Senada dengan Roy, Tomi Ariwibowo, LSM dari Ikatan Pemuda Kediri inipun juga tak mau kalah untuk memberikan kritikan serta masukan terhadap anggota DPRD terpilih 2019-2024. Ia berharap agar anggota DPRD Kediri baik Kab/Kota jangan sampai menderita penyakit amnesia atau pelupa setelah dilantik. Amnesia yang dimaksudkan tersebut ialah janji-janji mereka yang diucapkan pada saat berkampanye dengan masyarakat.

“Saya berharap jika seluruh anggota DPRD Kediri bertekad untuk selalu ingat dan memikirkan konstituen. Jika ini dilakukan, tentu ini merupakan start yang bagus untuk kemajuan Kediri,” ujarnya.

Menyangkut seringnya Anggota DPRD melakukan kunjungan ke luar daerah selama ini juga dikritik Tomi Ari Wibowo. Sebab hasil kunjungan itu tidak signifikan dalam penerapan di daerah.

“Boleh saja kunjungan anggota DPRD ke luar daerah, tentu hasil kunjungan itu harusnya memberikan manfaat untuk pembangunan Kediri. Jadi tidak asal berkunjung. Dan saya berharap, perihal itu bisa dibuktikan pada periode depan,” ungkapnya.

Sekali lagi Tomi Berharap. “Semoga anggota DPRD Kediri periode 2019-2024 tidak ada satu pun yang dijangkiti penyakit amnesia atau pelupa, sebaliknya selalu ingat konstituen dan berjuang untuk kemajuan masyarakat,” tutupnya.

Terpisah, Kamid selaku tokoh masyarakat warga Lingkungan Bence, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, juga memberikan kritikannya terhadap anggota dewan baru. Bahwasannya, dewan baru harus merubah pola komunikasi dan strategi politik dengan masyarakat. Anggota DPRD harus menyampaikan pesan politik yang baik kepada konstituennya.

Mengingat, fenomena selama ini yang terjadi reses hanya bercerita-cerita saja kemudian bagi-bagi sembako maupun uang. Hal itu bukannya mengajarkan pencerdasan politik, malah melakukan pembodohan politik kepada masyarakat.

“Dewan yang baru juga harus memperhatikan betul tiga fungsi legislasi, anggaran dan kontroling,” kata dia.

Untuk mengakomodir keinginan masyarakat Kediri, lanjutnya, anggota dewan baru bisa melakukan kajian dan assessment kebutuhan masyarakat. Sehingga pembangunan di Kediri sesuai keinginan masyarakat bukan keinginan pribadi anggota dewan.

“Kalau tidak begitu, akan sama saja kualitas anggota periode lalu dengan sekarang,” tegasnya.

Harapan Baru Bagi Legislator Muda

Sementara itu di DPRD Kota Kediri terdapat sosok anggota legislatif muda dan memiliki paras cantik. Dia adalah Nadya Regina Suwono atau yang akrab disapa Rere. Rere adalah anggota dewan baru dari PDI Perjuangan yang maju dari Daerah Pilihan (Dapil) Kota dengan nomor urut 3. Ia mampu meraup suara banyak dalam kontestasi Pileg kali ini dengan 4.083 suara.

Disisi lain, diusianya yang masih menginjak 22 tahun ini Rere adalah sosok anggota paling muda di Kota Kediri yang notabene adalah lulusan mahasiswa luar negeri RMIT University Melbourne pada 2017 dalam bidang pendidikan.

Tapi tentu saja, Rere terpilih sebagai wakil rakyat bukan karena kecantikannya semata. Banyak faktor lain yang tentu memengaruhinya, termasuk kelincahannya dalam berpolitik dan lain sebagainya.

Meski demikian, yang terpenting bagi rakyat adalah kerja nyata mereka bagi masyarakat, terutama mereka yang telah memberikan suaranya.

Menurutnya, dia memilih terjun ke dalam dunia politik karena ingin mewujudkan visinya dalam membersihkan Kota Kediri dari KKN. Ia berpandangan, jika kinerja legislatif dan eksekutif jangan sampai bergesekan. Fungsi legislatif adalah sebagai kontrol anggaran daerah secara transparan.

“Mewujudkan visinya dalam membersihkan Kota Kediri dari KKN. Menurutnya kinerja legislatif dan eksekutif jangan sampai bergesekan. Fungsi legislatif adalah sebagai kontrol anggaran daerah secara transparan,” jelas Regina usai pelantikan, Rabu (21/8/2019).

Terbukti keberhasilannya menjadi anggota DPRD termuda karena mengusung aspirasi anak muda. Pasalnya, perwakilan anak muda di kursi parlemen sangatlah minim.

“Saya lebih ingin mendorong ekonomi anak muda. Karena anak muda ini kreatif. Revolusi industri saat ini membutuhkan bonus demografi bagi anak muda luar biasa salah satunya di Kediri,” terang Regina.

Lebih lanjut, putri ketiga dari Adi Suwono ini menegaskan akan meninggalkan Bukit Daun & Resort Kediri. Jabatan sebagai direktur marketing dan sales Bukit Daun dan hotel ini akan ia tinggalkan. “Saya akan fokus menjadi wakil rakyat. Karena tidak bisa bekerja itu setengah-setengah,” ucapnya.

Di DPRD Kota Kediri nanti, Regina akan memperjuangkan aspirasi bagi ibu-ibu dan anak muda Kota Kediri. Ini sesuai dengan janji kampanyenya. Bekal dia kuliah di Australia dan ikut organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia selama 4 tahun akan ia terapkan. “Sekali lagi saya ingin Kota Kediri bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Dengan hal itu harapannya pembangunan di Kota Kediri dapat berkembang dengan baik dan pesat,” paparnya.

Diketahui dari 30 anggota DPRD Kota Kediri masa jabatan 2019 – 2024, sebanyak 20 anggota DPRD merupakan petahana, dan sisanya sebanyak 10 anggota DPRD baru. Sedangkan untuk Kabupaten Kediri dari 50 kursi parlemen yang ada, terhitung 38 anggota DPRD merupakan wajah lama atau petahana dan 12 lainnya adalah anggota DPRD baru.

Pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD juga diumumkan penetapan pimpinan sementara DPRD baik di Kota maupun kabupaten Kediri, hasil pimilu legislatif 2019. Agus Sunoto sebagai Ketua sementara DPRD Kota Kediri dan Firdaus sebagai Wakil Ketua sementara. Untuk kabupaten Kediri, terpilih Dody Purwanto sebagai ketua sementara dan Sentot Jamaludin sebagai wakil ketua sementara DPRD kabupaten Kediri.

Rahmat Mahmudi, Direktur MKLB (Menuju Kediri Lebih Baik) mengatakan bahwa masyarakat umumnya berharap DPRD yang baru dilantik dapat berkinerja lebih baik dibanding yang sebelumnya. Lalu apakah DPRD ini akan mampu menjawab ekspektasi itu ? Bila melihat komposisi perolehan kursi partai-partai politik yang ada, tampaknya tidak ada perubahan yang signifikan. PDIP masih dominan dengan 15 kursi, disusul PKB (9), Golkar (6), PAN (5), Gerindra (5), Nasdem (4), Demokrat (3), PPP (2) dan PKS (1). “Hal itu menyiratkan suatu gambaran bahwa Dewan sekarang tidak beda jauh dengan yang kemarin. Bila Dewan kemarin kurang “greget” dalam mengawal kinerja Pemerintah Daerah, maka tampaknya hal serupa juga akan berulang pada periode ini,” ucapnya.

Munculnya beberapa anggota DPRD yang masih muda, bisa jadi menyiratkan harapan terjadinya perubahan dinamika dan kinerja Dewan.
Namun model hubungan anggota Dewan dengan Parpol di Indonesia yang selama ini menempatkan anggota Dewan sebagai “petugas” dan “kepanjangan tangan” kebijakan Parpol tampaknya akan menjadi kendala bagi para anggota Dewan muda itu untuk berkiprah sesuai jati dirinya. Belum lagi kendala beban psikologis sebagai anggota dewan “yunior” atau debutan yang ewuh terhadap anggota “senior” akan sangat mempengaruhi kinerjanya. “ Namun, kita tetap berharap dan berdoa semoga Dewan ke depan bisa lebih baik, mengingat Kab kediri memasuki masa krusial pergantian Kepala Daerah di 2021,” pungkasnya. (glh/yy/*)