Tak Berkategori

Desa Batuaji Gelar Pelatihan Demi Cegah Stunting

Kediri, demonstran.com – Untuk mengatasi pertumbuhan kerdil atau dikenal dengan istilah stunting, sejumlah warga Desa Batuaji, di Kabupaten Kediri, terutama dari kalangan ibu hamil dan menyusui belajar membuat kerajinan produk berbahan serabut kelapa. Salah satunya dengan meningkatkan keterampilan memproduksi pot.

 

Menurut Kepala Desa Batuaji, Makin Wahyudi, pihaknya sebagai Pemerintah Desa Batuaji sengaja menggelar pelatihan kerajinan pot berbahan limbah serat atau sabut kelapa. Pelatihan ini menyasar ibu hamil dan menyusui yang bekerja sama dengan kelompok belajar ‘Riung Saloka’.

 

“Pelatihan ini erat hubungannya dengan pencegahan kasus stunting karena diantara penyebab kasus stunting ini adalah kurangnya asupan gizi bagi ibu hamil atau menyusui yang disebabkan ketidakpahaman soal asupan gizi dan faktor ekonomi. Penyebab lain adalah kurangnya aktivitas ibu di masa kehamilan sehingga mempengaruhi kesehatan janin dan memicu timbulnya kasus stunting,” kata Kepala Desa Batuaji, Makin Wahyudi, di Kediri, Minggu (3/11/2019).

 

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Tahun 2013 tercatat 34,8 persen kasus stunting di Kabupaten Kediri. Adapun kasus tersebut tersebar di 20 desa dan 4 kasus di antaranya di Kecamatan Ringinrejo.

 

Pada tahun 2018, kasus stunting di Kecamatan Ringinrejo tercatat 23 persen. Setelah dilakukan konsolidasi dan upaya penanganan bersama oleh pihak terkait, maka guna menyikapi kasus stunting ini secara simultan, pada bulan timbang balita di bulan Februari 2019 kasus stunting menurun menjadi 11 persen. Kemudian, dilakukan upaya kembali pada bulan Agustus 2019 kasus stunting turun menjadi 10 persen dari 4.212 balita di Kecamatan Ringinrejo.

 

“Pelatihan ini wujud sinergi antara upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Batuaji. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa ibu hamil maupun menyusui balita sangat membutuhkan dukungan dan juga media untuk bertukar pikiran,” imbuh Makin.

 

Makin berharap, dari 40 peserta posyandu sekaligus pelatihan ini mampu mendapatkan income tambahan sehingga pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui dapat tercukupi.

 

Sementara itu, Niken Candrayu Bidan Desa Batuaji, menambahkan, bahwa faktor pemicu stunting bukan semata-mata dari tingkat ekonomi masyarakat yang rendah. Tapi, juga dipicu ketidakpahaman ibu hamil maupun menyusui dalam pemenuhan gizi janin dan balita, khususnya pada 1.000 hari pertama kelahiran.

 

“Oleh karena itu, penting sekali adanya perhatian dan kesadaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk beraktivitas secara aktif dan produktif. Salah satunya sebagaimana yang dilakukan hari ini yaitu gelar posyandu berpadu dengan pelatihan kerajinan pot serabut kelapa, guna menstimulasi kesehatan janin dengan aktivitas yang dilakukan oleh ibu hamil,” katanya.

 

Pelatihan ini mendapat respon positif dari peserta, seperti yang diungkapkan oleh Sundari.

 

Sundari mengatakan, kegiatan ini tidak seperti yang dibayangkan di awal. Akan tetapi ternyata sangat mudah setelah dilakukan pelatihan dan tentunya dapat memberikan penghasilan tambahan keluarga.

 

Senada dengan Sundari, Anis, ibu hamil yang usia kehamilannya memasuki bulan ke-3 ini mengaku, sangat senang dan antusias mengikuti pelatihan ini.

 

“Kami harap dengan ikut pelatihan ini dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Anis.

 

Secara umum, dengan adanya pelatihan ini diharapkan menumbuhkan minat kelompok untuk berwirausaha, khususnya bagi kelompok sasaran stunting. Dari kelompok yang sudah terhimpun, diharapkan selanjutnya ditindaklanjuti dengan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang beragam dan produktif dan tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga stunting dapat dicegah serta ditekan serendah mungkin.(glh)