berita DAERAH

Calon Jamaah Haji Wajib Waspadai Suhu Panas Di Tanah Suci

Kediri, demonstran.com – Jelang keberangkatan ke tanah suci, ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Kediri tahun 2019 melakukan latihan manasik haji terakhir di Gedung Bhagawanta Bhari, Kabupaten Kediri, Rabu (10/7/2019).
Kegiatan latihan manasik haji terakhir ini diikuti sebanyak 1.158 CJH Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 36, 37 dan 38.
Sesuai jadwal yang ditentukan, kloter 36 akan diberangkatkan pada 17 Juli 2019 sedangkan untuk kloter 37 dan 38 akan diberangkatkan keesokan harinya pada (18/7/2019).
Bupati Kediri, Dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan, pelaksanaan manasik haji ini merupakan rangkaian akhir yang wajib diikuti oleh para CJH. Sebelumnya, ratusan CJH telah mengikuti 8 (delapan) kali manasik, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Petugas haji telah menjelaskan dan mengajak para CJH mempraktikkan rukun haji. Seperti Tawaf, Sa’i, Wukuf, lempar jumrah dan prosesi ibadah lainnya.
“Manasik haji ini sangat penting bagi CJH karena dapat memberikan pemahaman terkait hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan yang menjadi pantangan selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci Mekah dan Madinah,” ungkapnya saat ditemui seusai acara.
Lebih lanjut, Bupati Kediri berpesan kepada seluruh CJH agar senantiasa menjaga kesehatan disana. Karena diketahui, untuk cuaca saat ini disana mencapai suhu 46 derajat celcius. “Suhu disana 46 derajat celcius. Jadi sangat panas. Saya menghimbau agar seluruh Jamaah Haji menjaga kesehatan dan menuruti apa yang sudah diperintahkan oleh pembimbing maupun dokter dari setiap kloter demi menjaga kesehatan jamaah haji masing-masing,” ungkapnya.
Diketahui, untuk jamaah haji termuda kali ini berusia 18 tahun yakni Ahmad Zidni Aula Abidin, alamat Dusun Gapuk, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Sedangkan untuk jamaah haji tertua berusia 99 tahun yakni Munawar, alamat Dusun Ngrangkok, Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. (glh)