berita POLITIK

Bupati Ngawi Jadi Plt Ketua DPC PDI-P Kabupaten Kediri

Kediri, demonstran.com – Pasca mundurnya Sutrisno dari kursi jabatan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, kini jajaran partai berlambang banteng moncong putih itu mengambil langkah cepat.

Kekosongan kursi tersebut terjadi setelah Sutrisno secara terbuka menyatakan kepada awak media tentang keinginannya untuk mundur dari kursi jabatan sebagai ketua dengan alasan perlu adanya regenerasi di kubu partai.

Sementara itu untuk pengganti Sutrisno tersebut jajaran internal PDIP menunjuk Budi Sulistyono yang merupakan Ketua Bidang Kehormatan Partai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jatim.

Budi Sulisyono yang juga menjabat sebagai Bupati aktif Ngawi tersebut ditunjuk secara langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di DPC PDIP Kabupaten Kediri.

Proses pelantikan itupun dilakukan, Jum’at (3/1) di Kantor DPC Partai PDIP.

Budi Sulistyono mengungkapkan, pertemuan ini adalah konsolidasi awal, “Saya mendapatkan mandat sebagai Plt Ketua DPC Kabupaten Kediri maka yang pertama adalah soliditas kita bangun,” kata pria yang akrab disapa Kanang ini.

Menurut Kanang, perihal pengunduran Sutrisno sebagai ketua itu jangan diratapi, namun semua harus diambil dari segi positifnya.

“Maka hal-hal yang positif dari Pak Tris kita ambil. Sedangkan hal-hal yang sekiranya negatif kita perbaiki sehingga menjadi energi yang positif dan saya yakin sekarang ini energinya temen-temen ini luar biasa positifnya jadi tidak ada keraguan lagi, apalagi kita baru pertama ini melakukan konsolidasi partai,” tuturnya.

Menghadapi pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2020 ini, Kanang mengatakan proses pemilu 5 tahunan tersebut akan dilalui dengan melibatkan kepengurusan anak ranting setingkat dusun kemudian ranting setingkat desa, PAC setingkat kecamatan akan diperbaiki sedemikian rupa.

“Sehingga mana yang teman-teman yang memang berjuang untuk partai dan mana yang berjuang untuk orang per orang harus kita petakan betul ini,” ujarnya.

Tentang pertanggung jawaban jabatan ketua berkaitan pengunduran diri, Kanang menjelaskan mengenai pertanggung jawaban selama periode yang lalu sudah selesai, namun pertanggung jawaban antara Agustus sampai Desember yang memang perlu digali lagi.

“Karena ini baru surat pengunduran diri saja, ada beberapa hal yang kita catat bahwa ada yang harus di pertanggung jawabkan harus diklarifikasi kepada Pak Tris dan hal itu juga harus segera terselesaikan,” bebernya.

“Memang idealnya, yang namanya serah terima antara Pak Tris dan saya itu musti ada pertanggung jawaban, ada dana berapa yang tersisa aset apa saja yang dimiliki oleh DPC ini masih ada beberapa catatan,” kata Kanang melanjutkan.

“Ini harus dikawal sampai muncul ketua definitif prediksi kita harus selesai bulan 5, bulan 5 harus muncul definitif yang akan kita ajukan kepada DPP dari musyawarah yang terjadi, mungkin kita ambil 3 orang kita sodorkan kepada DPP,” imbuhya.

Definitif Ketua DPC PDIP Kabupaen Kediri itu boleh dari PAC boleh dari DPC sendiri boleh dari luar dan sebagainya tergantung bagaimana track record masing-masing yang di ajukan kepada DPP.

Ketika disinggung apa yang menjadi alasan dibalik pengunduran diri Sutrisno serta deadline pertanggung jawaban, Kanang mengaku jika hal itu belum terungkap secara jelas karena belum pernah bertemu, tak ada deadline penyerahan pertanggung jawaban tapi akan dikomunikasikan.(glh)