berita EKONOMI

Bunga Hias Stocking Banyak Diminati Warga

Kediri, demonstran.com – Bunga hias yang terbuat dari bahan dasar stocking nampaknya masih jarang ditemui Kediri. Heris Samsudin, warga Desa Bulupasar  Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri adalah salah satu pengrajin bunga unik ini.
Sesuai dengan bahan dasarnya. Bunga ini diberi nama bunga stocking. Terbuat dari bahan dasar kain stocking yang tipis dan melar, yang dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kerajinan yang laku dijual.
Berbagai bentuk jenis bunga mampu ia buat seperti halnya bunga anggrek, mawar, tulip dll.
Ide membuat kerajinan ini muncul dari keinginannya untuk mengisi waktu luang seusai bekerja sebagai pembuat taman setahun lalu.
“Awalnya diajak teman untuk melihat pembuatan kerajinan serupa di wilayah Nganjuk. Kemudian berawal dari melihat itu saya jadi tertarik dan mengembangkannya di rumah hingga saat ini,” ujarnya.
Disisi lain, niat Heris semakin besar untuk menggeluti kerajinan ini lantaran di wilayah Kediri dilihatnya masih belum ada untuk kerajinan bunga yang menggunakan bahan dasar stocking.
Selama ini, Heris Samsudin, memasarkan produksinya lewat kenalan dan pelanggan yang mengetahui ketika mengikuti pameran-pameran di Kediri. Diakuinya permintaan cukup banyak, namun karena terkendala modal, terpaksa ia harus memproduksi bunga stocking sesuai dengan pesanan pelanggan saja.
Dalam mengerjakan kerajinan ini, Heris dibantu oleh sejumlah anggota Karang Taruna di sekitar rumahnya. Dalam sebulan, Heris mampu memproduksi 30 – 50 unit bunga berbagai ukuran dan model. Sedangkan harganya di jual bervariatif. Mulai Rp 30 ribu hingga Rp 350 ribu untuk ukuran besar.
Haris sengaja mengajak Karang Taruna dalam membantu produksinya karena selain ingin berbagi ilmu, juga untuk menekan dampak negatif anak-anak dan pemuda serta ingin menciptakan lapangan pekerjaan.
“Saya mengajak anak-anak Karang Taruna setempat khususnya putri untuk membantu saya dalam memenuhi sejumlah pesanan-pesanan yang datang. Mengapa saya memilih Karang Taruna. Karena memang pada intinya saya peduli dengan kalangan remaja. Jangan sampai mereka terjerumus ke hal-hal yang negatif yang pada akhirnya membuat kehidupan mereka merugi,” ungkapnya.
Diungkapkan oleh Heris, jika kerajinannya tersebut pemasarannya  masih terbilang terbatas. Yakni di Kediri dan Tulungagung saja. Dan dirinya berharap ada bantuan modal dari pihak-pihak terkait, sehingga dapat mengembangkan usahanya.(glh)