berita DAERAH

BPBD Kota Kediri : Harapannya Ada Ekstrakurikuler Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

Kediri, demonstran.com – Dalam rangka memberikan rasa aman bila ada bencana sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan pelajar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menggelar sosialisasi pendidikan kebencanaan di Pondok Pesantren Salafiah Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto.

Dalam kegiatan itu diikuti siswa siswi SMA-SMK/MA sederajat se Kota Kediri yang digelar selama dua hari yakni 7 – 8 November 2019.

Kasi Pencegahan dan Kesiap siagaan BPBD Kota Kediri, Adi Sutrisno mengatakan, jika kegiatan itu pihaknya menyebut dengan ‘Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana’. Soalisasi itu merupakan upaya dari BPBD untuk mengantisipasi, mengingatkan serta memberikan ilmu pengetahuan kepada para pelajar apabila terjadi kebencanaan.

“Dengan pendidikan ini diharapkan mereka dapat mengerti, apa yang nantinya akan mereka lakukan apabila tengah mengalami di situasi bencana. Dan perihal ini juga sebagai bentuk upaya BPBD dalam menekan angka korban apabila terjadi kebencanaan,” ujarnya.

Diketahui, selain memberikan sejumlah materi. BPBD juga menggelar praktek secara langsung kepada peserta. Disitu, BPBD membuat situasi nyata tentang bencana kebakaran dan menuntut bagaimana peran siswa apabila mengetahui jika disekitar bangunan sekolah mengalami kebakaran.

Terlihat, BPBD memberikan panduan tata cara melakukan pemadaman api menggunakan tabung apar. Setelah dirasa cukup menjelaskan tata cara. Para peserta inipun satu per satu mencoba mempraktekkan bagaimana cara memadamkan api tersebut.

“Kita gunakan tong bekas yang sudah kita kasih bensin lalu kita bakar sebagai media praktek. Lalu, satu per satu siswa mencoba memadamkan api tersebut sesuai dengan tata aturan yang benar”.

“Praktek secara langsung ini kita lakukan agar para peserta benar-benar paham dan tidak panik apabila memang suatu saat nanti terjadi bencana kebakaran seperti ini. Jadi tak pembelajaran materi penyelamatan diri saja, melainkan juga antisipasi bentuk kesigapan,” ungkap Adi.

Lebih lanjut, Adi berharap, jika masing-masing sekolah yang ada di Kota Kediri untuk memasukkan ekstra kurikuler tentang kebencanaan di dalamnya.

“Harapannya setiap sekolah daat memasukkan pendidikan kebencanaan di estra kurikuker. Kami pun siap untuk memberikan materi kelas di masing-masing sekolah. Karena perihal ini juga merupakan kinerja dari BPBD yang tidak hanya bekerja pada saat paska kejadian bencana saja melainkan tindakan sebelum terjadinya bencana kami sudah melakukan upaya pencegahan, preventif hingga sosialisasi terhadap masyarakat,” terangnya.

Diketahui, sebagai narasumber dalam pendidikan kebencanaan ini selain dari BPBD Kota Kediri juga hadir dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kediri.(glh/yy)