berita DAERAH

Banner Ajakan Memilih Kotak Kosong Mulai Bermunculan

Kediri, demonstran.com – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kediri, kini telah memasuki masa kampanye.

Bersamaan dengan itu, sejumlah banner pasangan calon yang menjadi salah satu alat peraga kampanye (APK) bagi kontestan peserta pesta demokrasi, kini telah mulai bermunculan.

Namun, ada yang menarik terkait dengan pemasangan APK ini. Di mana, muncul dua banner APK yang berbeda. Padahal, dalam pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kediri pada 9 Desember 2020 nanti hanya terdapat satu pasangan calon atau calon tunggal.

Berdasarkan pantauan wartawan Demonstran.com di lapangan, dua banner yang berbeda tersebut yakni satu banner dari pasangan calon tunggal Hanindhito Himawan Pramono – Dewi Maria Ulfa dan satu banner berikutnya ialah banner yang berupa ajakan untuk memilih kotak kosong.

Ya, banner ajakan dalam memilih kotak kosong itu muncul di sepanjang jalan Kabupaten Kediri tepatnya telah menyasar di 26 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri.

Usut punya usut, banner ajakan untuk memilih kotak kosong ini muncul sebagai wujud perlawanan bagi masyarakat Kediri yang tak setuju dengan adanya calon tunggal.

Mereka menganggap, jika munculnya calon tunggal merupakan kepentingan daripada sejumlah kaum para elite politik.

Seperti yang diutarakan oleh Rahmat Mahmudi, selaku penggagas pemenangan kotak kosong. Ia mengaku, pendirian banner tersebut merupakan salah satu upayanya dalam melawan kekuatan oligarki calon tunggal di bursa pemilihan bupati dan wakil bupati Kediri.

“Itu upaya kami untuk memenangkan kotak kosong. Saya utarakan, jika kotak kosong ini memiliki sejumlah relawan dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Kediri, yang siap untuk terjun ditingkat bawah dalam bersosialisasi memenangkan kotak kosong,” ujarnya.

Dikatakan oleh Rahmat Mahmudi, jika sejumlah relawan ini dinilai cukup kuat dalam mengupayakan pundi-pundi suara dalam memenangkan kotak kosong.

“Progres yang dilakukan oleh teman-teman relawan di permukaan cukup bagus. Dan kita optimis bakal bisa memenangkan kotak kosong nanti,” ungkapnya.

“Sejauh ini koordinasi terus kita lakukan termasuk dengan penguatan dalam meraup pundi-pundi suara,” jelasnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Partai Perindo Kabupaten Kediri, Heri Purnawirawan. Ia mengaku,
Partai Perindo tetap konsinten ke kotak kosong dalam menyikapi munculnya calon tunggal di Kabupaten Kediri.

Disisi lain, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi di internal Partai dan sudah menjalin komunikasi ke beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun Ormas yang mendukung kotak kosong.

“Kita selalu bergerak untuk menyuarakan kotak kosong sebagai penyeimbang yang diketahui semua partai politik pemilik kursi parlemen mengusung pasangan Dhito dan Dewi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati,” ungkapnya.

Masih kata Heri, arogansi kepentingan sepihak dari partai politik yang hanya mencalonkan satu pasangan ini dianggap kemubaziran dalam berpolitik dan hal itu cukup disayangkannya.

Padahal sebelumnya, telah muncul banyak calon melalui penjaringan di internal partai dan calon-calon tersebut juga cukup potensial dalam memimpin Kabupaten Kediri.

Sementara itu, Eka Wisnu selaku Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, saat disinggung mengenai munculnya banner ajakan dalam memilih kotak kosong, pihaknya mengaku jika perihal itu tidak ada larangan.

“Dalam peraturan PKPU tidak mengatur soal itu. Jadi menyangkut pemasangan banner kotak kosong itu tidak ada larangan,” jelasnya singkat.(glh)