berita KRIMINAL

Asyik Berduaan di dalam Kamar Kos,  Pasangan Selingkuh Dijaring Satpol PP

Kediri, demonstran.com – Ketahuan sedang berduaan berada di dalam kamar kos, pasangan ini diciduk Satpol PP Kota Kediri. Keduanya diketahui berinisial MP, lelaki 34 tahun asal Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, bersama dengan pasangan perempuannya, RP, 26, asal Kelurahan Semampir, Kecamatan/Kota Kediri, Jumat (12/7) malam.

Keduanya, dijaring dari salah satu kamar kos di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto pada sekitar 22.30 WIB. Mereka berdua juga bukan pasangan suami istri yang sah. “Dari hasil introgasi, keduanya mengakui jika mereka adalah pasangan selingkuh,” ujar Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.
Berdasarkan aduan dan laporan warga sekitar, lanjut Nur Khamid, di kamar kos yang disewa oleh RP itu sering dimasuki oleh lelaki lain selain MP. Dan juga, tempat kos tersebut sering mendapatkan aduan dari warga sekitar.
Akhirnya, pada Jumat (12/7) malam, setelah ada aduan lagi dari warga, petugas pun mendatangi tempat kos tersebut. Diketuklah satu persatu kamar kos di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto itu.
Saat datang ke depan kamar kos RP, petugas pun mengetuk pintu yang tertutup. Petugas pun harus menunggu pintu kamar tersebut terbuka selama beberapa menit. Setelah dibuka, keduanya dimintai surat dan bukti menikah keduanya tidak memilikinya. “Petugas sempat menanyai, meski di KTP keduanya tertulis kawin, namun keduanya bukan pasangan menikah,” imbuh Nur Khamid.
Lalu, keduanya dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Kediri di Jalan Veteran untuk dilakukan pendataan dan dilakukan pembinaan. Saat dimintai keterangan, keduanya berkenalan di salah satu tempat hiburan malam. Keduanya saling bertukar nomor, dan berkomunikasi. Menurut informasi, RP sudah tinggal di tempat kos tersebut selama satu bulan.
Sembari dilakukan pembinaan, petugas juga memanggil kedua keluarga masing-masing untuk menjemput keduanya. Bahkan petugas juga menyuruh keduanya untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.(glh)