berita DAERAH

Ada CTH, Pelaku UMKM Tak Perlu Bingung Lagi Memasarkan Produknya

Kediri, demonstran.com – Tak bisa dipungkiri lagi bahwa keberadaan strategi pemasaran menjadi salah satu kunci kesuksesan sebuah usaha. Bahkan saat ini tidak hanya perusahaan berskala besar saja yang membutuhkan cara-cara jitu untuk memasarkan produk maupun jasa mereka.
Para pelaku usaha kecil dan menengah pun membutuhkan dukungan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan produknya dan memperluas jangkauan pasar yang dimilikinya.
Hal ini penting agar produk atau jasa yang ditawarkan para pelaku UKM bisa dikenal masyarakat luas, dan bisnis yang digeluti tersebut dapat berkembang.
Seiring dengan permasalahan tersebut, kini para pelaku usaha di Kediri khusunya tak perlu khawatir lagi dalam memasarkan produknya agar dapat lebih dikenal dan diterima oleh masyarakat.
Melalui Cooperative Trading House (CTH), para pelaku usaha tidak perlu lagi bingung dalam memasarkan produknya. Karena nantinya, melalui program CTH yang notabene adalah lembaga bentukan Dinas Kooperasi dan UKM Jawa Timur ini akan membantu para produsen dalam memasarkan produknya dengan skala pasar yang lebih luas.
CTH sendiri memiliki maksud dan tujuan untuk membangun satu sistem terpadu untuk menangani masalah pasar produk koperasi dan UMKM anggotanya yang secara sistematik menjembatani para produsen dengan akses pasar yang lebih luas.
“Pemasaran sangat penting dalam menjual suatu produk. Karena orang tidak akan mungkin tahu produk kita jika tidak kita pasarkan. Nah, kebanyakan yang menjadi faktor utama bagi para pelaku UMKM  selalu pada permasalahan penjualan maupun pemasaran. Dan oleh karena itu Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim membuat program CTH ini agar dapat memasarkan produknya, paling tidak produk itu bisa dikenal di luar daerah bahkan luar negeri sekalipun. Jadi kita disini sebagai wadah mereka dalam membantu menjualkan produk mereka,” kata Helmy Syaref selaku Pengelola CTH Jawa Timur.
Dijelaskan oleh Helmy, saat gelar sosialisasi bersama terhadap para pelaku usaha UMKM di Kediri kemarin, Sabtu 11 Januari 2020 kemarin, yang dilaksanakan di rumah makan Pringgodani Kabupaten Kediri mengatakan, produk olahan maupun kerajinan tangan yang dibuat oleh pelaku UMKM ini tidak serta merta dapat diterima oleh CTH untuk dipasarkan. Melainkan ada beberapa syarat yang harus dilalui oleh pelaku usaha ini.
Diantaranya, para pelaku usaha harus memiliki minimal surat izin edar PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan setempat. Lalu khusus produk berupa olahan makanan maupun minuman harus menyertakan kadaluarsa atau expired pada label produk dan masa expired sendiri maksimal memiliki rentang waktu 6 bulan, serta persyaratan selanjutnya yakni usaha yang digeluti tersebut minimal telah berjalan selama kurang lebih 6 bulan.
“Lalu tahapan terakhirnya untuk mengetahui produk UMKM itu dapat diterima atau tidak, kami dari CTH akan menilai kelayakan baik dari kualitas  maupun rasa dari hasil olahan maupun kerajinan dari pelaku usaha tersebut. Jika dinilai layak, maka kita akan bantu untuk memasarkan,” terangnya.
“Sedangkan untuk awal kepengurusaan untuk bisa masuk ke CTH di mulai dari para pelaku usaha ini menghubungi dinas terkait di daerahnya. Dari dinas tersebut akan berkoordinasi dengan kami selaku CTH untuk melihat beberapa syarat tadi setelah tidak ada masalah kita hubungi daerah tersebut agar mendistribusikan produknya ke CTH,” imbuhnya.
Lantas bagaimana cara CTH memasarkan produk-produk tersebut. Dijelaskan oleh Helmy, jika produk-produk tersebut nantinya bakal di letakkan di sebuah retail pusat perbelanjaan seperti swalayan maupun pertokoan di masing-masing daerah misalkan Surabaya, Makassar, Batam dll.
“Ada juga produk-produk tersebut kita pasarkan hingga ke luar negeri seperti Malaysia, Australia hingga Mesir.  Produk tersebut dapat kita katakan sudah memiliki pasar disana dan banyak peminat terutama produk seperti kopi,” paparnya.
Sementara itu Agus Gopeng salah satu pelaku usaha UMKM di Kediri mengaku senang dengan adanya program tersebut usahanya yang ia rintis mulai tahun 2014 itu kini dapat berkembang pesat.
“Merasa bersyukur dan terbantu berkat adanya CTH. Bagaimana mereka mampu membantu memasarkan produk-produk usaha yang kita miliki. Hasilnya pun sangat luar biasa dalam penjualannya,” ungkapnya.
“Jadi CTH ini menambah jejaring pasar untuk penjualan usaha kami. Alhamdulilah, penjualan produk makanan dan minuman (Mamin) kami dapat menembus pasar hingga luar daerah Jatim seperti Jakarta dan Yogyakarta. Begitupun di dalam Jatim produk kami juga dapat diterima terutama sambel pecelnya,” pungkasnya.(glh)