berita DAERAH

Seminggu Paska Lebaran, Harga Daging Ayam Turun

KEDIRI KOTA, demonstran.com – Harga komoditi daging ayam setelah lebaran terus alami penurunan. Kini harga daging ayam dipatok Rp 31 ribu hingga Rp 32 ribu. Penurunan tersebut terjadi sekitar dua hari setelah lebaran, hingga empat hari yang lalu.
Hal tersebut dibenarkan oleh Andik (40) salah satu penjual daging ayam di Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Ia menjelaskan bahwa sudah sekitar empat hari yang lalu, harga ayam terus turun. “Turunnya tidak banyak, kadang 500, kadang seribu, terakhir turun kemarin dari Rp 32.500, sekarang di lapak saya jadi Rp 32 ribu,” terangnya.
Andik menjelaskan bahwa memang saat setelah lebaran sangat terasa permintaan daging ayamnya daripada menjelang lebaran. Sekitar dua hari sebelum lebaran, para pencari daging ayam di Pasar Setonobetek mengalami peningkatan di tiap lapak penjual daging ayam.
Namun setelah lebaran, tidak seramai saat lebaran, permintaan pembeli cenderung stabil, seperti hari-hari biasa. “Turun, tapi tidak turun yang sampai sepi, pembelinya seperti hari biasa,” imbuh Andik.
Ia menjelaskan bahwa memang saat menjelang lebaran, daging ayam semakin banyak peminatnya hingga harganya pun melonjak hingga mencapai Rp 36 ribu per kilogramnya. Menurutnya seperti pada tahun-tahun sebelumnya, para pembeli daging ayam menjadi membludak untuk mempersiapkan lebaran. Namun, ketika selesai lebaran, peminat daging ayam menjadi turun.
Andik menjelaskan bahwa saat lebaran, ia sempat menambah 1,5 kwintal ayam untuk dipotong. Lebih banyak seperti saat hari biasa yang hanya memotong hingga 7 kwintal. “Dalam sehari bisa habis,” paparnya.
Sementara itu di pasar yang sama, Joko (48) menjual daging ayamnya per kilo seharga Rp 32 ribu. Sama seperti di tempat lain, peminat pembeli daging ayam mulai menurun setelah lebaran. “Paling yang masih beli, dari pemilik warung tempat makan,” imbuhnya.
Untuk stok daging ayam di tempatnya pun juga masih mencukupi. Ia tidak perlu menambah daging ayam potong dari kandang ayam yang biasa mengirimnya semenjak tiga hari setelah lebaran. Joko menambahkan bahwa memang tren seperti ini terus berulang seperti tahun-tahun sebelumnya ketika setelah lebaran.(glh/yy)