berita DAERAH

Lima ASN Tidak Masuk Kerja di Hari Pertama Pasca Lebaran

Kediri, demonstran.com – Inspektorat Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mendapati 5 Aparatur Sipil Negara (ASN) pemkab Kediri tidak masuk pada hari pertama kerja setelah libur panjang lebaran, Senin 10 Juni 2019.

Perihal ini diketahui setelah dilaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aparatur sipil negara (ASN) di beberapa dinas, badan dan kantor di lingkup pemkab Kediri.

Hasilnya, dari lima ASN yang tidak masuk hari pertama kerja, ternyata menyertakan keterangan yang jelas terkait alasannya tidak masuk kerja. Yakni karena cuti tahunan, sakit dan tugas.

“Memang sudah seharusnya tidak ada yang tidak masuk tanpa adanya keterangan yang jelas. Mengingat kewajiban, apalagi fasilitas yang telah didapatkan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Kediri Nono Soekardi kepada Demonstran.com saat ditemui di ruangannya.

Salah satu SKPD yang disasar pihaknya adalah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kediri. Setelah dilakukan kroscek daftar hadir tersebut, pihaknya menemukan ada satu ASN yang tidak masuk kerja. Saat dikonfirmasi kepada rekan kerjanya, diketahui bahwa yang bersangkutan tengah mengambil cuti tahunan. “Ada dua ASN dari SKPD lainnya yang juga mengambil jatah cuti tahunan,” terang Nono.

Selain menemukan ASN yang tidak masuk karena mengambil cuti tahunan, pihaknya juga mencatat ada dua ASN yang tidak masuk karena sakit. Yakni dari pegawai Kecamatan Tarokan dan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri. Tak hanya itu, ada pula seorang ASN dari Dinas Komunikasi dan Informatika yang juga tidak ada di tempat saat pihaknya sidak. Yaitu karena melaksanakan urusan tugas dinas.

Lebih lanjut, Nono menegaskan bahwa sanksi hanya diberikan kepada ASN yang tidak masuk tanpa keterangan alias membolos. “Karena mereka memiliki keterangan yang jelas, maka tidak akan ada sanksi yang diberikan,” imbuhnya.

Bersamaan dengan hal itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran no. B/26/M.SM.00.01/2019 tentang Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Dimana dalam surat edaran tersebut menyatakan, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan Pejabat yang Berwenang (Pyb) diseluruh instansi pemerintah diimbau untuk melakukan pemantauan kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) seusai Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H, yakni hari Senin tanggal 10 Juni 2019. Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran ASN tersebut diinput melalui http://sidina.menpan.go.id.

Sedangkan dalam surat edaran tersebut menyebut, bagi ASN yang tidak masuk kerja tanpa adanya keterangan, maka ASN tersebut dapat terkena sanksi berat. Ada empat sanksi disiplin berat. Diantaranya penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan jabatan, dan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.(glh)