berita DAERAH

Ahmad Mukhlisin, Mudik Jakarta Kediri Dengan Ngontel

Kediri, demonstran.com – Mudik menjadi momentum rutin bagi masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun berbeda dengan yang dilakukan Ahmad Mukhlisin, warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Pria ini memilih mudik menggunakan sepeda ontel.
Remaja berusia 20 tahun itu menempuh jarak hingga 800 KM lebih dari Jakarta menuju Kediri dengan mengayuh sepeda kesayangannya. Meski berat, namun perjuangan yang memakan waktu hingga 6 hari tersebut akhirnya terselesaikan dengan keadaan selamat.
Ahmad Mukhlisin, tiba di Kota Kediri pada Senin (3/6/2019) tepatnya pada pukul 23.00 Wib. Ia pun berhenti di Taman Sekartaji Kota Kediri untuk sejenak melepas lelah dan berswa foto.
Saat ditemui wartawan Demonstran.com di Taman Sekartaji, Ahmad Mukhlisin mengaku bersyukur atas ridho Tuhan yang telah memberikannya kemudahan dalam menempuh perjalanan menuju kota kelahirannya.
Sedangkan Ahmad Mukhlisin berada di Ibu Kota Jakarta karena memang dirinya merantau untuk bekerja. Dan sebagai teman seperjalanan, dirinya ditemani rekannya asal Blitar.
“Iya, saya bekerja di Jakarta. Dalam perjalanan menuju Kediri saya ditemani rekan kerja asal Srengat Blitar,” ujarnya.
Mukhlisin mengaku memilih mudik dengan menggunakan sepeda ontel lantaran ia memang hobi bersepeda. Berawal dari itu, akhirnya ia mencoba menantang dirinya sendiri untuk melakukan hal yang jarang dilakukan oleh orang lain.
Sementara itu untuk rute perjalanan pulang menuju Kediri dirinya memilih jalur selatan yakni melewati Jakarta-Wonogiri-Ponorogo-Trenggalek-Kediri.
Dirinya juga menceritakan, saat lelah di tengah perjalanan, dirinya memilih singgah di mushola atau masjid yang ia lewati. Selain bisa istirahat sekaligus untuk menjalankan kewajiban sholat lima waktu.
“Kalau lelah ya beristirahat di masjid mas, sekalian sholat,” ucapnya.
Mungkin yang menjadi tantangan Mukhlisin selama perjalanan adalah jalan tanjakan terutama memasuki kawasan Kabupaten Ponorogo. Namun dengan tekad dan semangatnya untuk segera bertemu dengan keluarganya, menjadi spirit baginya dalam melewati tanjakan tersebut. Hingga akhirnya Mukhlisin dapat bertemu keluarga tercintanya untuk merayakan Idul Fitri bersama. (glh/yy)