berita KRIMINAL

Modus Baru, PSK Sewa Kos Untuk Terima Pelanggan

Kediri, demonstran.com – Perempuan yang diamankan petugas Satpol PP Kota Kediri yang terpergok berada satu kamar kos bersama seorang laki-laki bukan sebagai suaminya dari tempat kos di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren Kota Kediri, (29/5) ternyata adalah perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Perihal itu diketahui dari hasil introgasi petugas dan diperoleh fakta baru mengenai identitas perempuan itu. Mulai dari pernyataan bahwa dirinya adalah PSK, harga tarif kencan, modus operandi, hingga alasan memakai tempat kos sebagai pendukung dari aksinya tersebut.

Nur Khamid, Kabid Trantibum (Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat) Satpol PP Kota Kediri mengatakan, perempuan bernama Sri Wahyuni (34), warga Desa Jemekan Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri itu mengakui bahwa dirinya adalah PSK. Dalam pengakuannya, Ia menjalani pekerjaan haram itu baru beberapa bulan memasuki Ramadhan ini. “Dari introgasi ia mengaku masih beberapa bulan menjalaninya. Sedangkan untuk tarif kencan per jamnya ia bandrol Rp 350.000,” ujar Nur Khamid.

Dikatakan kembali oleh Nur Khamid, modus operandi yang dilakukan oleh Sri Wahyuni dalam menggait pelanggan dengan cara memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Whats App.

Sementara itu alasan Sri Wahyuni memilih tempat kos untuk menemani pria hidung belang tersebut lantaran dinilainya aman ketimbang hotel. “Fakta lain diperoleh dari hasil introgasi yang dilakukan, ternyata Sri Wahyuni ini menginap di kamar kos itu sudah 3 bulan lamanya,” beber Nur Khamid.

Disisi lain, anggota Satpol PP Kota Kediri saat menggeledah isi tasnya ditemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada tindakan praktik prostitusi seperti 5 bungkus kondom, dua sachet pil KB, lottion, pil anti hamil serta minyak kayu putih. Selama ini ia buka praktik terima tamu di kamar kosnya.

Sedangkan untuk proses lebih lanjut, permasalahan ini dilimpahkan ke jajaran kepolisian SatReskrim Polres Kediri Kota.(glh/yy)