berita Pemerintahan

Disperindag Kota Kediri Sita Makanan Frozen Food 

Kediri, demonstran.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kediri lakukan penyitaan terhadap jenis makanan Frozen Food atau makanan beku yaitu sosis dan otak-otak yang ada di salah satu pusat perbelanjaan (swalayan) Kota Kediri Hypermart.

Penyitaan makanan dilakukan lantaran dianggap membahayakan bagi kesehatan konsumen.

“Memasuki bulan suci Ramadhan ini, kami dari Disperindag beserta Kepala Perlindungan Konsumen Provinsi Jatim wilayah Kediri, gelar inspeksi mendadak (sidak) di pusat perbelanjaan di Kota Kediri Hypermart. Hasilnya, kita amankan dua jenks makanan dari frozen food yaitu sosis dan otak-otak karena dianggap tidak memenuhi ketentuan edar,” kata Yetty Sisworini Kepala Disperindag Kota Kediri saat di konfirmasi demonstran.com seusai sidak, Selasa (21/5/2019).

Menurut penjelasan Yetty, kedua jenis makanan tersebut diamankan lantaran tidak memiliki identitas sama sekali dan juga kode Expired (kadaluarsa). “Untuk sosis yang kita amankan tadi tidak mencantumkan masa expired atau batas makanan untuk di konsumsi. Sedangkan untuk jenis makanan otak-otak tadi justru tidak ada identitasnya sama sekali alias polos”.

“Otak-otak itu dari perusahaan mana, komposisinya seperti apa, hingga kode expired juga tidak ada. Jadi keduanya kami amankan demi kebaikan dan melindungi konsumen,” ungkapnya.

Disinggung terkait tindakan setelah ada temuan-temuan tersebut, Yetty menyebut bahwa kegiatan sidak ini jug upaya pembinaan terhadap produsen. Sehingga untuk produk yang sama sekali tidak ada label dimusnahkan. “Pihak pemilik sarana yang memusnahkan. Kita yang menyaksikan,” jawabnya.

Sementara untuk produk beku yang terdaftar pangan olahan industri rumah tangga (PIRT), Yetty menyarankan untuk dikembalikan ke supplier. Diluar makanan setengah jadi, sidak kali ini juga mengarah terhadap makanan biskuit kaleng. Yetty menyampaikan kondisinya sudah bagus. Yang menjadi perhatian dan sering tidak sesuai ketentuan adalah makanan yang disimpan beku.

Yetty menyarankan pada produsen makanan bahwa harus sesuai ketentuan standar yang ditetapkan BPOM. Seperti kemasan yang harus bagus tanpa adanya kerusakan. Label pun juga harus komplit, mulai komposisi, informasi pembuat dan nomor registrasi. “Kemudian produk harus mempunyai izin edar yang sesuai ketentuan,” imbuhnya.

Terakhir adalah informasi kadaluarsa. “Seperti hasil pemeriksaan tadi. Sosisnya tidak ada informasi kadaluarsa, konsumen kan jadi tidak tahu kualitasnya,” terang Yetty.

Sementara itu dari pihak swalayan saat dikonfirmasi demonstran.com tentang bisa masuknya produk tak berlebel tersebut enggan untuk angkat bicara.(glh/yy)