berita HEADLINE

Harga Cabai Rawit Anjlok, Gubernur Jatim Perintahkan Masing-Masing Pemda Untuk Lakukan Aksi Borong

Kediri, demonstran.com – Anjloknya harga cabai di Jawa Timur turut menjadi perhatian khusus bagi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pasalnya, harga cabai yang menurun drastis di masa panen berpotensi membuat para petani cabai mengalami kerugian yang cukup besar hingga terjadinya fenomena pembusukan lantaran tak laku jual yang disebabkan stok cabai melimpah ruah.

Saat ini Khofifah mengajak bupati dan wali kota di Jawa Timur untuk melakukan aksi borong cabai.

Berdasarkan pantauan demonstran.com di lapangan. Harga cabai ditingkat petani hanya mampu mengangkat Rp 5 ribu – Rp 6 ribu per kilogramnya. Sedangkan ditingkat pasar, harga cabai per kilogramnya dijual seharga Rp 10 ribu.

Sementara itu, tanggapan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tentang adanya arahan dari Gubernur Jatim mengaku siap untuk menindak lanjuti dalam aksi borong tersebut.

“Sesuai arahan dari Gubernur Jatim, masing-masing daerah dianjurkan untuk melakukan aksi borong kepada petani cabai dengan minimal melakukan pembelian sebesar 50 kilogram” ujar Yetty Sisworini, Kepala Disperindag Kota Kediri saat ditemui demonstran.com usai gelar sidak makanan di salah satu swalayan Kota Kediri, Selasa (21/5/2019).

Masih kata Yetty, dalam menindak lanjuti arahan tersebut, pihaknya sejauh ini masih melakukan penyisiran terhadap petani cabai yang ada di Kediri. “Kita masih cari petaninya. Kalau sudah ketemu dan dianggap tepat, kita akan melakukan pemborongan tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yetty mengungkapkan, setelah dilakukan aksi borong. Cabai-cabai tersebut nantinya akan diberikan kepada masyarakat secara gratis. “Ya kita bagikan ke masyarakat. Kita mempunyai inisiatif, cabai-cabai yang nantinya sudah kita beli itu akan kita taruh di program operasi pasar yang dilakukan di kelurahan-kelurahan.

“Contohnya, dengan membeli satu telur bisa mendapat 1 kg cabai gratis dan bisa digunakan untuk bonus-bonus pembelian komoditi lainnya yang dijual di program operasi pasar,” imbuhnya.(glh/yy)