berita KRIMINAL

Satreskrim Polres Kediri Amankan Satu Mucikari Prostitusi Online

Kediri, demonstran.com – Mami Selvi sapaan akrab Nofi Irawati (34) warga asal Dusun Padangan, Desa Pagu, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri ini hanya bisa menundukkan kepalanya dihadapan seluruh awak media saat gelar press release di halaman kantor Polres Kediri. Ia merasa malu atas perbuatan yang telah dilakukannya.

Diketahui, Nofi Irawati ini terpaksa diamankan polisi lantaran menjadi seorang mucikari atau seseorang yang melayani jasa prostitusi online dengan menyalurkan perempuan BO (booking online).

Dari pengakuannya, ia menjadi seorang penyedia jasa wanita tidur telah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun. Ia pun melakukannya melalui via whatsApp (WA) yang ditujukan kepada pelanggannya atau pria hidung belang dengan menunjukkan foto wanita beserta tarifnya.

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Ambuka menjelaskan, Nofi Irawati diamankan setelah sebelumnya polisi menggerebek pasangan pria dan wanita pada Jum’at 10 Mei 2019 kemarin sekira pukul 20.00 Wib, disalah satu hotel di wilayah Kabupaten Kediri.

Dari kedua pasangan itu, lanjut Ambuka, diketahui bahwa R A merupakan pekerja seksual komersil (PSK) yang diduga “anak buah” dari Nofi Irawati. Sementara BS adalah pelanggan.

“Kami gerebek keduanya yang usai melakukan hubungan intim di sebuah hotel di Kabupaten Kediri. Dari pemeriksaan sementara, RA sebagai saksi korban baru saja melayani pelanggan, BS, yang diperoleh lewat perantara Nofi Irawati,” jelas Kasat Reskrim kepada demonstran.com, Rabu (15/5/2019).

Di dalam kamar, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 600 ribu. Selain itu polisi juga mengamankan bh warna pink beserta baju dan celana dalam milik RA, lalu selimut putih, satu lembar kwitansi pembayaran, satu kwitansi tegistrasi hotel dan handphone.

“Pelanggan meminta kepada Nofi supaya dicarikan perempuan yang mau diajak berhubungan intim. Kemudian Nofi menghubungi R A, dan R A bersedia melayani pelanggan tersebut, dengan kesepakatan harga Rp 600 ribu ,” papar AKP Ambuka.

Uang hasil transaksi tersebut sedianya akan dibagi dua. Untuk R A mendapat Rp 500 ribu, sedangkan Nofi mendapat Rp 100 ribu.

Sementara itu AKP Ambuka menegaskan, pelaku akan dikenakan pasal 2 ayat 1 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda sedikitnya Rp 120 juta hidan paling banyak Rp 600 juta.(glh/yy)