berita POLITIK

Ketua FKUB Kab Kediri Apresiasi Pemilu 2019 Di Kediri Berjalan Kondusif

Kediri,demonstran.com – Pelaksanaan pemilu yang dilaksanakan pada 17 April 2019 lalu, di Kabupaten Kediri, berlangsung aman tertib, lancar dan kondusif.
Meski saat ini seluruh masyarakat di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Kediri menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, siapa yang menjadi Presiden dan wakil Presiden Indonesia.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri KH. Imam Sanusi mengapresiasi kepada semua pihak telah menjaga pemilu 2019 di Kabupaten Kediri berjalan dengan aman, damai, transparan, bersih, jujur dan demokratis.
“Saya sampaikan terimakasih kepada masyarakat, aparat keamanan dari TNI-Polri yang mengamankan pelaksanaan Pemilu, KPU dan Bawaslu Kabupaten Kediri terselenggaranya dengan aman, damai dan kondusif,” ungkap KH Imam Sanusi, Selasa (2/5/2019).
KH Imam Sanusi yang sekaligus menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kediri ini dalam selama pelaksanaan Pemilu menolak dengan adanya aksi kekerasan dan anarkis terhadap tahapan Pemilu 2019.
“Segala bentuk yang dapat memecah belah dalam Pemilu 2019 kami menolak. Kami sepakat bersatu menjaga Pemilu aman dan damai serta tenteram,”tuturnya.
Tahapan Rekapitulasi dan rapat Pleno yang diselenggarakan tanggal 29 April 2019 sampai 2 Mei 2019 di Kabupaten kediri berjalan aman tertib dan kondusif serta berlangsung secara transparan dan bersih.
“Alhamdulillah, selama pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 di Kabupaten Kediri berjalan dengan transparan dan bersih,” terang KH. Imam Sanusi.
KH. Imam Sanusi mengimbau masyarakat di daerah itu untuk bersabar untuk bersabar menunggu penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Kepada masyarakat saya minta bersabar menanti hasil resmi keputusan dari KPU pusat,” jelas KH Imam Sanusi.
Dikatakan KH. Imam Sanusi, masyarakat di Kabupaten Kediri sangatlah santun, baik dan religius. Meskipun berbeda pilihan dalam Pemilu 2019, hubungan di masyarakat berjalan baik, meski di tengah perbedaan keyakinan agama, suku, budaya dan bahasa.
“Mari kita bersatu kembali serta menjaga kerukunan untuk bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya.(yy/glh)