berita DAERAH

Dua Bulan, 17 Bencana Alam

Kediri,demonstran.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri mencatat terjadi 17 bencana alam selama bulan Januari hingga akhir Februari 2019. Bencana terjadi lantaran tingginya intensitas curah hujan.

“Selama hampir dua bulan di awal tahun 2019, tercatat telah terjadi 17 bencana alam di Kabupaten Kediri. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujar Randy Agatha, Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Kamis (28/2/2019) kepada demonstran.com.

Dari 17 bencana alam yang terjadi tersebut, 14 kejadian di antaranya merupakan bencana angin puting beliung, 2 kejadian tanah longsor, dan 1 diantaranya bencana banjir.

Adapun lokasi terjadinya bencana paling banyak seperti bencana angin puting beliung terdapat di Kecamatan Pare dan Purwoasri, kemudian disusul bencana alam tanah longsor di Kecamatan Mojo.

“Rata-rata kerugiannya disebabkan karena kerusakan bangunan akibat tertimpa tanah longsor ataupun pohon tumbang akibat angin puting beliung,” kata dia.

Ia menjelaskan, untuk bantuan, pihak BPBD selama ini hanya memberikan bantuan rumah tangga kepada para korban bencana. Seperti bantuan makanan siap saji, peralatan kesehatan, maupun dapur umum.

Sedangkan untuk bantuan bangunan fisik, pihaknya harus berkoordinasi dengan instansi terkait yang berwenang, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan dinas lainnya yang berwenang.

BPBD Kabupaten Kediri memetakan Kecamatan Mojo merupakan daerah paling rawan longsor saat hujan deras melanda selama beberapa jam. Hal itu karena hampir semua desa di Kecamatan Mojo terdapat titik longsor, terlebih titik longsor tersebut berdekatan dengan permukiman warga.

Randy juga memperkirakan bencana akan mudah datang menyusul intensitas hujan sepanjang bulan Januari hingga April mendatang. “Saat musim penghujan ini rawan akan segala bencana diantaranya, angin kencang, longsor, dan banjir. Maka dari itu saya menghimbau. Kepada masyarakat agar senantiasa waspada dan tanggap akan bencana,” pungkasnya.(glh/yy)