PENDIDIKAN

Remaja Harus Rencanakan Masa Depan Dengan Baik.

Kediri, demonstran.com – Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa oleh karena itu masa depan generasi muda harus dipersiapkan sejak dini. Atas dasar itu BKKBN menggelar sosialisasi pembangunan keluarga di SMA 1 Ngunut Tulungagung, Senin (5/11/2018). Dalam sosialisasi tersebut BKKBN mengkampanyekan tentang generasi berencana (GenRe), generasi muda harus merencanakan masa depannya dengan baik.

Dalam sosialisasi ini, BKKBN menghadirkan Uni Hidayati, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para peserta bisa merencanakan masa depannya dan tidak terburu-buru untuk menikah dini.

Untuk meningkatkan kualitas keluarga, termasuk dalam pembangunan keluarga, BKKBN mengembangkan 4 program pembangunan keluarga. Salah satunya adalah program GenRe berbasis Pendidikan dan Masyarakat, serta program pusat Informasi dan Konseling (PIK), remaja. Melalui sosialisasi ini, BKKBN juga memberikan tambahan fasilitas kepada PIK remaja SMA 1 Ngunut Tulungagung berupa laptop dan alat pencetak pin. “Semoga alat ini PIK remaja disekolah bisa semakin berkembang,” harap Uni Hidayati.

Terlihat, ratusan siswa SMA 1 Ngunut Tulungagung nampak mengikuti acara tersebut dengan penuh semangat dan antusias. ” Semoga kalian menjadi remaja yang berkualitas,” ujar Uni Hidayati.

Sementara itu, SMA 1 Ngunut Tulungagung yang diwakili oleh Drs Suparni mengatakan, setiap tahun pertumbuhan penduduk di Indonesia naik sangat signifikan. Apalagi menyongsong usianya yang akan genap 100 tahun, Indonesia memiliki sebuah gagasan mengenai generasi emas 2045. “Itulah yang pada akhirnya membuat BKKBN gencar mensosialisasikan program Generasi Berencana (GenRe) untuk menciptakan generasi yang berkualitas,” jelasnya.

Dalam program GenRe, selain dikembangkan dalam rangka persiapan sekaligus perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja, BKKBN juga mengampanyekan tentang pernikahan dini, hindari seks pranikah, dan jauhi napza.

“Sosialisasi seperti ini juga serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Tujuannya agar sedari dini para remaja sudah paham masa depannya akan dibangun seperti apa,” tambahnya.(adv/glh/vr)