berita PENDIDIKAN

Ribuan santri Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri mengikuti upacara

Kediri, demonstran.com – peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Aula Muktamar Lirboyo, Senin (22/10). Peringatan HSN kali ini menjadi momentum peringatan bagi para santri untuk melawan dampak negatif perkembangan teknologi, salah satunya semakin gencarnya informasi palsu atau hoaks.

Dalam upacara yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB itu, Ketua PCNU Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Jalil menjadi pembina upacara. Hadir pada upacara itu, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, serta sejulah ulama di Kota Kediri.

Gus Ab, sapaan akrab Ketua PCNU Kota Kediri mengatakan, upacara hari santri menjadi momen yang tepat untuk mengenang para ulama dan kiai yang menyebarkan agama Islam di Indonesia serta ikut dalam perjuangan mengusir penjajah. Dia berpesan agar para santri mengikuti kegigihan para ulama zaman dahulu dalam memperjuangkan ummat Islam dan menjaga keutuhan NKRI.

“Sifat jiwa juang para ulama kiai yang pada saat itu baik secara langsung atau tidak langsung ikut dalam medan perang semangat berjihad, jiwa berbangsa, hubbul wathonnya itu kuat sehingga ikut mengusir penjajah. Semangat seperti ini yang juga harus dicontoh oleh para santri saat ini,” katanya usai mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional.

Gus Ab menganggap, tantangan santri saat ini lebih berat dibanding santri-santri pada zaman dahulu. Pasalnya, kini musuh yang dihadapi tidak nampak jelas mengingat zaman yang sudah maju sehingga semuanya serba cepat tidak terkecuali informasi palsu atau hoaks.

“Tantangannya memang sangat berat karena zaman yang sudah semacam ini, zaman yang sudah maju perkembangan teknologi yang tidak terbendung. Tentu yang harus dilakukan adalah meningkatkan SDM, meningkatkan kemandirian dalam segala hal,” jelasnya.

Sementara, AKBP Anthon Haryadi, Kapolresta Kediri mengatakan, para santri harus punya bekal ilmu pengetahuan yang mumpuni untuk menangkal kejahatan informasi teknologi elektronik (ITE) serta penyebaran hoaks.  “Pesantren ini bisa menjadi benteng untuk menjaga NKRI. Kini sudah menjadi bukti bahwa bersama santri kita bisa menjaga kondusivitas wilayah khususnya di wilayah hukum Kota Kediri,” katanya.

Sementara itu, dalam peringatan HSN tersebut Perguran Pagar Nusa (PN) di Kota Kediri unjuk kebolehan di hadapan ribuan santri. Selain itu, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU memberikan simulasi penanganan saat terjadi kebakaran. (glh/dk/vr)