berita POLITIK

Menunggak Pembayaran Balok Beton, Kontraktor Jembatan Brawijaya Dilaporkan Polda

Kediri, demonstran.com  – Kontraktor pembangunan Jembatan Brawijaya, PT Fajar Parahyangan (FP) disomasi PT Wika Beton. Somasi dilayangkan lantaran sampai saat ini PT FP belum menyelesaikan pembayaran pembelian balok beton untuk pengerjaan proyek Jembatan Brawijaya. Nilai tunggakan mencapai Rp 3.429.037.000.
“Jadi pada tahun 2012 Fajar Parahiyangan membeli balok gilder kepada klien kami (Wika Beton, red). Pembelian tersebut telah kami kirimkan dan sudah terpasang semua termasuk juga hitungan jasa pemasangannya. Tetapi dari pihak PT FP hingga kini belum juga membayar atau melakukan pelunasan terhadap Wika Beton sebagai pihak pengadaan barang,” kata Hilmi Faibdullah SH, selaku advokat dari Wika Beton.
Menurut Hilmi, pihak Wika Beton pun juga telah mengajukan somasi (teguran) sebanyak tiga kali dengan pihak PT Fajar Parahiyangan. Namun PT Fajar Parahiyangan tidak mengindahkan somasi tersebut.
“Kita sudah melayangkan somasi sebanyak tiga kali semenjak tahun 2017 dan permohonan audiensi sudah kita ajukan kepada pihak terkait namun juga belum ada respon. Kemudian pada tanggal 31 Juli 2018 kita pada akhirnya memutuskan membawa permasalahan ini keranah hukum dan kita sudah melaporkan PT Fajar Parahiyangan ke Polda Jatim dengan dugaan penipuan dan penggelapan, dan saat ini sudah proses penyidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut Hilmi mengancam bila pihak PT Fajar Parahiyangan masih belum juga melakukan pelunasan hingga jembatan brawijaya dilaunching maka pihaknya terpaksa harus menghancurkan balok beton yang sudah terpasang. “Konsekuensinya kita terpaksa menghancurkan balok betok yang sudah terpasang disini,” ucapnya saat ditemui di lokasi Jembatan Brawijaya, Rabu (17/10/2018).
Diketahui total jumlah tagihan dalam pengadaan balok beton sebesar Rp 11.206.140.000 dan sudah terealisasi oleh PT Fajar Parahiyangan sebesar Rp 7.777.103.000 dan masih menyisakan total biaya yang harus dibayarkan sejumlah Rp 3.429.037.000.(glh/yy/vr)