berita EKONOMI

Produksi Mangga Anjlok, Ini Penyebabnya

Kediri, demonstran.com – Cuaca ekstrem disertai angin kencang menyebabkan produksi mangga podang di Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri mengalami penurunan secara drastis.

Salah satu petani mangga, Kamsih (50), warga Desa Tiron Kecamatan Banyakan mengungkapkan, tahun ini produksi mangga mengalami penurunan drastis bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Biasanya mulai Agustus hingga Oktober itu sudah memasuki musim panen,  tetapi karena cuaca ekstrem disertai dengan angin kencang membuat bakal buah rontok terlebih dahulu.

“Pohon mangga saya saja sekarang berbuahnya sedikit. Karena angin membuat pohon mangga tidak berbunga dan bahkan buah – buah mangga kecil banyak yang jatuh,”  kata Kamsih saat ditemui wartawan Tabloid Demonstran di rumahnya, Minggu (14/10/2018)

Bila produksi panen mangga sedang bagus, maka per harinya ia mampu memasok mangga hingga keluar kota mencapai 8 ton. “Bila panen bagus, biasanya kita mampu menyetok barang hingga wilayah Bandung dengan total 8 ton per hari dan Malang dengan total 2 ton per hari,” ungkapnya.

Namun untuk tahun ini, Kamsih tak bisa memenuhi target tersebut karena hasil panen yang kurang maksimal. “Kita sulit untuk memenuhi target itu. Untuk wilayah Bandung kita tidak bisa melakukan pengiriman, dan kini kita hanya mampu menyetok buah mangga di wilayah Malang, itupun dengan jumlah 1 ton saja dalam sehari,” jelasnya.

Dijelaskan oleh Kamsih, bahwa harga mangga podang yang dijualnya itu dihargai dengan Rp. 5.500 per kilogram. Sedangkan untuk mangga jenis gadung dijualnya dengan harga Rp. 7.000 per kilogram.(glh/yy/vr)