EKONOMI WISATA

Budidaya Anggrek, Bisnis Beromzet Besar

Kediri,demonstran.com – Kecintaan pada bunga anggrek mendorongTri Hadi Mulyono membuka usaha “Rahma Orchids”. Setelah 9 bulan berjalan, usaha budidaya anggrek itu menuai omzet hingga puluhan juta rupiah.

Tri Hadi Mulyono menekuni budidaya anggrek setelah melihat potensi pasar yang besar. Apalagi, harga anggrek cenderung stabil dari tahun ke tahun. Selama 9 bulan, dia kerap melakukan penyilangan anggrek untuk mendapatkan varietas baru. “Setelah 9 bulan jalan, anggrek itu dari tahun ke tahun harganya paling stabil, artinya setiap tahun untuk harga mengalami kenaikan dan jarang sekali harga turun,” kata Tri, Minggu (7/10/2018).

Bisnis bunga anggrek yang ditekuni Tri terletak di Jalan Kawi Gang 2 Kota Kediri. Saat ini dia telah memiliki berbagai varian seperti anggrek bulan, cattleya, dan yang paling banyak adalah jenis anggrek dendrobium.

Harga yang ditawarkan juga bervariasi. Untuk anggrek dendro dijual dengan harga Rp. 50.000 – Rp 60.000 per bunga, anggrek bulan Rp 100.000 – Rp 500.000, dan anggrek jenis cattleya dijual dengan harga Rp 175.000 – Rp 1.000.000 bahkan bisa lebih tergantung kualitas dari bunganya.

Tri Hadi mengaku, tantangan menjalankan bisnis anggrek adalah ada pada perbanyakan penanaman. Pasalnya, untuk menghasilkan satu tanaman anggrek yang berkualitas tak semudah menanam tanaman hias lainnya. Hal ini dikarenakan pada saat pembibitan dari kecil hingga siap berbunga memerlukan waktu cukup lama yaitu kurang lebih selama 2 tahun.

“Kalau hanya pembesaran sih mudah tidak melalui proses pembibitan dari biji, dan itu sangat cepat hanya butuh waktu 6 bulan saja batang anggrek sudah bisa besar dan mampu berbunga. Selain itu, dalam menanam tanaman anggrek juga harus dilakukan di tempat yang steril agar menghasilkan tanaman anggrek yang berkualitas super,” jelasnya.

Tri mengakui, omzet bisnis anggrek luar bias. Ini tak lepas dari minat masyarakat Kediri yang banyak menggemari anggrek, terutama dendrobium.  Dalam sebulan saja, rata-rata penghasilan kotor yang didapat bisa mencapai puluhan juta rupiah. “Sejauh ini kami rata-rata masih mampu menjual hingga 400 – 500 pot saja. Jika jumlah itu dikalikan dengan harga anggrek, penghasilan tersebut yang kami dapat. Sedangkan kami juga menargetkan bahwa nantinya penjualan anggrek bisa tembus hingga mencapai 1.000 tanaman per bulannya. Dan itu salah satu target yang ingin kami capai,” ungkapnya.

Tri menjelaskan, ada beberapa cara budidaya agar bunga anggrek dapat menjadi lebih indah dan menawan. Diantaranya adalah dengan memberikan kebutuhan intensitas cahaya yang sesuai. Kemudian, perhatikan pula kebutuhan air dan udara untuk tanaman anggrek. Terakhir, jangan lupa untuk memberikan perawatan dan pemupukan pada tanaman anggrek secara teratur. Untuk pemupukan bisa dilakukan selama 3 hari sekali dan untuk konsumsi air satu hari bisa dilakukan 2 kali yaitu pagi dan sore hari.

“Frustasi dalam menjalankan bisnis saya kira adalah hal yang biasa. Bahkan, semua pengusaha pun pasti akan mengalaminya. Dan hal itu bergantung pada masing-masing orang untuk mengatasinya atau mencari solusinya. Saya sendiri selalu memilih untuk berpikir optimis dan yakin akan bisnis yang saya jalankan untuk pantang mundur,” imbuh Tri.(glh/dk/yy/vr).

101 thoughts on “Budidaya Anggrek, Bisnis Beromzet Besar”

  1. I simply couldn’t depart your web site prior to suggesting that I actually loved the usual information a person provide to your
    visitors? Is gonna be back often in order to check up on new posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.