berita DAERAH

Lagi, Guru Honorer K2 Tuntut Diangkat Jadi PNS

Kediri, demonstran.com – Para guru yang tergabung dalam forum honorer kategori 2 (FHK2) se Kabupaten Kediri kembali mendatangi kantor Bupati, Senin (1/10). Tuntutan mereka sama dengan aksi sebelumnya, yakni segera diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“2018 Ganti PNS, 2018 Ganti PNS”, kata-kata itu terus dilontarkan oleh setidaknya 1000 guru honorer yang mengikuti unjuk rasa. Mereka berjalan kaki menuju kantor Pemkab Kediri sembari membawa puluhan spanduk yang bertuliskan ‘Save PNS 2018’, ‘2018 ganti honorer jadi PNS’, ‘Pegawai negeri harga mati’, ‘Honorer kerja pol gaji nol,.

“Kita ingin Honorer K2 diangkat jadi PNS. Kita sudah mengabdi bertahun-tahun di Kediri, dan kita mau ada perubahan,” tegas Susilo Setya Nugroho, Sekjen FHK2I Kabupaten Kediri.

Selain itu, Susilo Setya Nugroho juga menginginkan perekrutan CPNS Tahun 2018 ditiadakan. Sebab, bila rekrutmen CPNS itu tetap dilakukan, maka sama saja meremehkan guru K2.

“Kenapa harus dibuka pendaftaran CPNS jalur umum. Harusnya kami saja yang justru dijadikan PNS. Karena kami lebih teruji, berkompeten, serta memiliki pengalaman berpuluh-puluh tahun menjadi seorang guru. Jadi saya berharap agar Pemerintah Kabupaten Kediri tak membuka pendaftaran CPNS pada tahun ini,” kata Susilo Setya Nugroho.

Susilo Setya Nugroho saat orasi juga menyebutkan, honorer K2 sudah pernah mengikuti tes CPNS. Namun nilainya tidak keluar sehingga tidak dapat diangkat menjadi CPNS. Untuk itu, Susilo menuntut pemerintah harus segera mengangkat mereka menjadi PNS tanpa tes dan tanpa  memperhatikan syarat usia. Karena diketahui, kebanyakan dari guru K2 ini memiliki usia diatas 35 tahun. Sedangkan syarat dari pada mengikuti tes CPNS ini batas maksimal adalah berusia 35 tahun.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kediri Sukadi mengaku telah berkoordinasi dengan Kemenpan (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara) terkait aspirasi guru K2.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kemenpan. Salah satu hasil pembahasan kami ialah terkait dengan usia yang dimiliki oleh guru K2 ini yang telah melebihi batas maksimal ketentuan pendaftaran CPNS. Nah kami mengusulkan bagaimana dengan permasalahan ini Kemenpan bisa melonggarinya dan dilakukannya perubahan, agar mereka bisa ikut mendaftar sebagai CPNS. Namun dari pembahasan tersebut pihak Kemenpan tidak memberikan jawaban secara jelas, yang pada akhirnya, kemarin tepatnya pada 27 September 2018 kami kembali berinisiatif untuk menyampaikan surat yang berisikan hasil aspirasi yang dimiliki oleh para guru K2 ini,” kata Sukadi.

Lebih lanjut Sukadi menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kediri telah berusaha semaksimal mungkin dalam menginventarisir aspirasi dari para guru K2. Pihaknya mengatakan bahwa ia akan terus mengakomodir terkait dengan nasib dan kesejahteraan dari guru K2 yang berada di Kabupaten Kediri.

“Akan kami akomodir dan akan kami sampaikan ke pusat agar nasib yang dimiliki oleh guru K2 ini dipikirkan juga. Sedangkan dari Pusat sendiri akan memiliki waktu selama kurang lebih 10 hari terhitung hari ini dalam menyikapi permasalahan ini. Karena kita ketahui batasan dari pada pendaftaran CPNS tahun ini adalah 12 Oktober 2018,” pungkasnya.(glh/yy/vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *