berita DAERAH

Meriah, Puncak Acara HUT Pasjar ke 13

Kediri, demonstran.com – Paguyuban Seni Jaranan (Pasjar) Kabupaten Kediri merayakan ulang tahun ke-15 di Lapangan Desa Duwet Kecamatan Wates, Sabtu (29/9) malam. Perayaan HUT ini sekaligus menjadi refleksi kiprahPasjar yang membanggakan di bawah kepemimpinan Hari Pratondo. Hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Ir.Adi Suwignyo M.Si, Camat Wates Arif Gunawan,SH, Wakapolsek Wates Aiptu Antit Wicaksono, Koramil Kecamatan Wates, Ketua DPRD, anggota muspida Kecamatan Wates, Kepala Desa Duwet Ir. Misirin, dan seluruh masyarakat Kecamatan Wates.

 

Para tamu undangan dan masyarakat disuguhi dengan tarian Songgo Langit yang didalamnya terdiri dari tari bedhayan sebagai dayang dari Ratu Songgolangit, tari prajurit panah sebagai wira pertiwi atau prajurit panah perempuan, tari jathil sebagai prajurit dari raja  Kerajaan Bantarangin yaitu Prabu Klono Sewandono, tari kuda lumping sebagai prajurit berkuda dari Kediri. Adapun tari Klono Sewandono yang menceritakan tentang kisah Klono Sewandono yang kasmaran dengan Dewi Songgolangit dan melibatkan 44 penari menjadi  tari pembuka acara tersebut.

Pada kesempatan ini, Bupati Kediri yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Adi Suwignyo menyampaikan selamat ulang tahun bagi Pasjar.   “Semoga dengan bertambahnya usia Pasjar semakin eksis, maju, dan mampu melestarikan kesenian tradisional yang kita miliki, yang agar seiring bergesernya waktu tidak punah. Pasjar diharapkan  menjadi wadah bagi  kelompok jaranan yg tersebar di Kabupaten Kediri. Kami juga berharap Pasjar dapat meningkatkan semangat bagi generasi muda untuk mengenal,mengetahui, mencintai melestarikan seni jaranan sebagai budaya luhur yang dalam perkmbangan saat ini,” ujarnya.

Ir Misirin, Kepala Desa Duwet menyampaikan rasa terimakasih telah dipercaya sebagai tuan rumah dalam penyelenggaran budaya seni jaranan. “Mudah – mudahan dengan acara seperti ini kami masyarakat Desa Duwet semakin tertarik dan ikut nguri – nguri budaya jawi yang selama ini menjadi ciri khas Kabupaten Kediri,” ungkapnya.

Sementara itu, Hari Pratondo, Ketua Pasjar Kabupaten Kediri mengungkapkan , peringatan ini sebagai bentuk kerjasama antara Pasjar dengan Dinas Pariwisata agar saling bersinergi dalam mendukung kesenian yang ada di Kabupaten Kediri.

“Ini sebagai bukti nyata bahwa kesenian jaranan tidak kalah dengan kesenian yang ada di luar negeri dan ini kesenian asli Kediri, kami berharap antara kami pelaku Pasjar dengan Pemerintah Kabupaten dapat bersinergi dalam menumbuh kembangkan kesenian jaranan yang nantinya dapat mengangkat nama Kabupaten Kediri,” tutupnya.

Selain acara tari – tarian acara ini sendiri juga diisi dengan sesi pemotongan tumpeng sebagai rangkaian utama pada puncak acara tersebut dan penyalaan kembang api.(lib/yy/vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.