berita KRIMINAL

Sidang Investasi Bodong Ditunda Lagi

Kediri,demonstran.com – Sidang lanjutan dugaan investasi bodong dengan terdakwa Pimpinan PT Brent Securities di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri, Kamis (20/9) ditunda lagi. Para korban yang terlanjur memadati ruang sidang kecewa karena terdakwa tidak hadir dengan alasan sakit.

Alasan sakit tersebut diperkuat dengan surat sakit dari dokter yang berada di Lapas kelas 2A Kediri. Di dalam surat tersebut ditulis bahwa terdakwa tidak dapat menghadiri sidang dengan alasan sakit. Atas dasar itulah, sidang dengan hakim ketua Imam Khanafi Ridwan memutuskan untuk menunda kembali sidang pidana dengan terdakwa Yandi Suratna.

Hakim tidak mau mengambil resiko dengan ditundanya sidang tersebut tiga kali berturut-turut. “Selanjutnya sidang pidana terdakwa akan kita gelar dua kali dalam satu minggu. Yaitu pada hari Senin dan Kamis,” putus hakim sebelum mengetuk palu sidang tunda.

Hal itu membuat para korban meminta agar penegak hukum lebih tegas. Mereka menganggap sakit hanya cara terdakwa untuk menghindar dari proses hukum. Para korban pun menilai alasan sakit terdakwa itu hanya dibuat-buat saja.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan inipun kembali ditunda untuk ketiga kalinya. Pertama karena hakim ketua tidak di tempat, kedua terdakwa beralasan sakit, dan ketiga ditunda lagi dengan alasan yang sama.

Hartono perwakilan dari para korban sangat kecewa dengan sikap terdakwa tersebut. Pasalnya, alasan itu digunakan terdakwa saat menjalani sidang dengan kasus yang sama di PN Batam Kepulauan Riau tahun 2014 silam. dan kini terdakwa masih menjalani hukuman pada sidang tersebut. “Saya ikut juga dalam sidang di PN Batam, dan ini sama seperti yang dia lakukan waktu disana. Kita tidak bisa terus di tunda – tunda ini sudah menghabiskan waktu kita karena kita juga punya pekerjaan di rumah. Saya harap aparat hukum bisa lebih teliti melihat modus Yandi ini,” katanya.

Alasan sakit tersebut, Hartono meminta agar jaksa membawa terdakwa ke RS Bhayangkara agar bisa diperiksa kesehatan secara menyeluruh. Sebab, surat sakit yang disampaikan saat penundaan sidang kemarin adalah surat sakit dari dokter Lapas, korban menganggap hal itu masih belum cukup.

 “Saya hanya meminta saja kepada hakim agar memerintahkan Jaksa untuk membawa Yandi ke RS Bhayangkara. Bukan kami meragukan dokter Lapas tapi alangkah lebih baik jika diperiksa secara lengkap,” jelasnya.

Penundaan ini membuat sidang lanjutan dugaan investasi bodong itu kembali digelar tujuh hari mendatang dengan agenda yang masih sama. Sebelumnya, korban telah melaporkan karena telah ditipu oleh terdakwa. Bahkan korban mencapai 35 orang di Kediri saja dengan total kerugian mencapai Rp 35 miliar. (glh/yy/vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.