berita DAERAH

Pamerkan Keris dari Berbagai Era Kerajaan

Kediri, demonstran.com – Ratusan ragam jenis keris peninggalan era kerajaan berumur ratusan tahun dipamerkan di salah satu pusat kuliner di Jalan Basuki Rahmat Kota Kediri. Senjata tradisional bernilai tinggi itu diperlihatkan dalam Pameran Keris dan Seni Rupa dengan tema “Gugat Keris Jenggala# 2” yang berlangsung 7 – 9 September 2018.

            Ada 47 peserta yang mengikuti pameran ini. Keris – keris itu berasal dari beberapa zaman kerajaan, seperti Majapahit, Singosari, Panjalu (Kediri), dan Mataram. Yang menari, ada salah satu keris yang merupakan peninggalan abad delapan masehi.

“Pameran tosan aji dan keris ini mengulang kesuksesan gelaran yang dilaksanakan pada Agustus 2017 lalu. Kesuksesan ini tidak lain karena juga adanya campur tangan dari Pemerintah Kota Kediri dalam pelestarian budaya dan sejarah “kata Imam Mubarok, Ketua Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri, Minggu (9/9/2019).

Masih kata Imam Mubarok, kegiatan ini bertujuan  untuk kembali memperkenalkan kepada masyarakat terhadap warisan budaya lokal sekaligus menjaga kearifan ragam budaya maupun pusaka peninggalan dari nenek moyang. “Dalam pameran ini, kami juga menggelar kelas edukasi kepada para pelajar di Kota Kediri untuk lebih mengenal tosan aji dan keris. Sebab keris sendiri telah diakui oleh UNESCO sebagai sebuah karya dari warisan kemanusian lisan dan tidak berwujud (karya agung lisan tak benda barisan manusia) tahun 2005. Kalau UNESCO saja menghargai sebagai bentuk warisan budaya kita, kenapa kita sebagai pemiliknya tidak,” imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini para pecinta keris yang tergabung dalam Senapati Nusantara pada 28 Mei 2018, menggelar rapat dan menggagas adanya kegiatan terkait Hari Keris Nasional dengan Kemendikbud dan Unesco di Jakarta. Mereka mendorong agar pemerintah menetapkan 25 November sebagai hari keris nasional.(glh/yy/vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *