berita REFLEKSI

Pasarkan Peninggalan Belanda Hingga Kampung AHOK

Catatan Kunjungan ke Kawasan Laskar Pelangi Bangka Belitung ( 3 )

Sebelum ada film ‘Laskar pelangi’ yang sukses di pasaran, Bangka Belitung alias Belitong mungkin belum termasuk daerah tujuan wisata utama bagi masyarakat Indonesia. Tetapi setelah pemutaran film garapan Andre Hirata itu sukses menyedot perhatian masyarakat, mata para wisatawan pun mulai tertuju ke tempat itu. Apalagi setelah itu, promosi juga mulai digencarkan, baik lewat medsos maupun promosi melalui event-event…

Potensi wisata di Bangka Belitung, khususnya di wilayah Belitung dan Belitung timur terus digali. Tidak hanya potensi wisata alam yang terus digali, tetapi juga wisata-wisata buatan terus bermunculan. Ada yang memanfaatkan peninggalan sejarah, tetapi juga ada yang memanfaatkan kepopuleran tokoh yang berasal dari daerah setempat Andre Hirata, Yusril Ihza Mahendra dan Basuki Tjahaya Purnama alias AHOK. Selain itu juga ada beberapa tempat seperti kantor lama yang disulap menjadi tempat wisata dan perpustakaan milik Andre Hirata yang ramai dikunjungi karena sudah menjadi ikon wisata juga.

Diantara rumah tokoh yang disulap menjadi kawasan wisata, menurut pejabat setempat yang paling ramai dikunjungi adalah rumah Ahok. Semakin kontroversial semakin ramai dan menarik orang untuk datang, meski hanya sekedar ingin tahu. Kesempatan ini juga dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga sekitar. Sehingga tampan bermunculan penjual makan dan minum untuk wisatawan. Souvenir seperti kaos dan pernak-pernik lainnya juga menjadi jujugan wisatawan.

Tidak hanya itu, di salah satu pulau yang bernama Pulau Lengkuas juga menjadi ikon dalam bentuk lain. Di pulau ini ada peninggalan jaman belanda berupa menara mercusuar yang hingga kini masih terawat dengan baik. Pulau ini berada di sebelah utara Pulau Belitung, Kita hanya perlu menempuh jarak sekitar 30 menit untuk menyeberang ke pulau ini. Hal yang menarik dari Pulau Lengkuas adalah mercusuar yang menjulang tinggi di tengah-tengah pulau. Mercusuar ini sudah berdiri sejak tahun 1882. Dari atas mercusuar ini, kita bisa menikmati pemandangan keindahan pantai-pantai di Belitung dari ketinggian. Dan tentu saja saat sampai disini cuaca sangat panas, kita berlari-lari ke tempat-tempat teduh yang memang sudah disiapkan. Asyiknya kelapa muda siap diminum baik menggunakan es batu maupun diminum langsung. Tentu saja setelah itu bayar…hehe…….. ( Nur Wakhid / habis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *