POLITIK

KPU Kota Kediri Matangkan Persiapan Pemilu 2019

Kediri,demonstran.com – KPU Kota Kediri mematangkan berbagai persiapan dan tahapan menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ini lantaran waktu pelaksanaan pemilu yang tinggal 8 bulan lagi dengan tahapan yang rumit.

Pemilu 2019 akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang. Saat ini tahapan pemili sudah memasuki penyampaian daftar pemilih tetap (DPT) dan penyusunan daftar calon tetap (DCT). Persiapan pemilu ini harus benar – benar matang karena akan ada 5 pemilihan yang berlangsung bersamaan. Masing – masing pemilihan anggota DPRD II, DPRD I, DPR RI, DPD, serta Presiden dan Wakil Presiden.

Agus Rofiq Ketua KPU Kota Kediri mengatakan, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi KPU dalam mengatur teknis penyelenggaraan Pemilu. Pasalnya agenda pemilu lebih kompleks dan memerlukan waktu cukup panjang.

“KPU sebagai penyelenggara telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengatasi hal itu, dimungkinkan jumlah pemilih per TPS (tempat pemungutan suara) akan diatur maksimal 200 – 250 pemilih, sehingga bisa mengurangi waktu perhitungan suara,” katanya.

Dalam Pilwali dan Pilgub, setiap TPS bisa menampung jumlah pemilih sebanyak 800 orang, sedangkan untuk keseluruhan jumlah TPS di Kota Kediri terdapat 745 TPS. “Tentu saja, kalau kita terapkan SOP ini ke Pemilu 2019, saya kira itu tidak mungkin. Karena banyaknya jumlah pemilihan yang ada, dikhawatirkan hal itu timbul permasalahan waktu. Maka dari itu cara yang diambil oleh KPU untuk menyiasatinya adalah per TPS maksimal terdapat 200 – 250 jumlah pemilih. Namun tentu saja dengan kebijakan yang diambil ini berdampak dengan tambahnya jumlah TPS dan anggota KPPS di Kota Kediri. Peningkatan tersebut bisa mencapai 2 kali lipat,” ungkap Gus Rofiq, sapaan akrab Ketua KPU ini.

Meski begitu, strategi inipun masih perlu dibahas ulang. Sebab, berdasarkan simulasi yang telah dilakukan oleh KPU pusat kemarin dengan memberlakukan kuota pemilih sebanyak 200 – 250 per TPS dalam mempraktekkan 5 surat suara sekaligus, kata Agus Rofiq, disitu ternyata selesainya tak cukup dikerjakan dalam kurun waktu satu hari. Inilah yang masih menjadi pekerjaan rumah dijajaran KPU. Bila itu tak kunjung ada solusi. Maka secara otomatis dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 nanti bisa jadi akan menggunakan durasi waktu selama 2 hari,” ungkap Agus Rofiq.(glh/vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *