Pemerintahan

Sosialisasi Hasil Ekskavasi di Situs Adan-Adan

Kediri, demonstran.com – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerjasama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) menggelar Sosialisasi Hasil Penelitian Arkeologi (tahap ketiga) tentang Peradaban Hindu Budha masa Kadiri hingga Singhasari di Situs Adan-adan dan Situs Wonorejo. Acara ini bertempat di rumah Syamsudin warga Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah (19/7).

Hadir sebagai pemateri sekaligus Ketua Tim Peneliti dari Puslit Arkenas Sukawati Susetyo. M.Hum, serta Kabid Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Kediri Yuli Marwantoko, SE., MM. Hadir pula Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Drs. Ismail Luthfi, M.A, Geomap Yogyakarta Agus Tri Hascaryo, ST, SS, MS, perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), budayawan, beserta unsur kepolisian dan TNI, Camat, kepala desa, guru, pelajar serta warga desa.

Acara ini merupakan sosialisasi hasil penelitian yang dilakukan mulai tanggal 8 Juli 2018. Mengawali acara, Yuli Marwantoko, SE., MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran tim yang sudah bekerja keras menguak dan menggali potensi situs purbakala yang ada di Desa Adan-Adan.

“Harapan kami kedepannya akan banyak lagi situs sejarah yang terkuak di wilayah Kabupaten Kediri dan menjadi situs cagar budaya. Sehingga nantinya bisa bermanfaat bagi pelajar sebagai bahan pembelajaran tentang sejarah, khususnya Kab. Kediri. Hal ini juga bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Kab. Kediri melalui wisata sejarahnya,” ujarnya.

Selanjutnya Sukawati Susetyo. M.Hum, menjelaskan kegiatan penelitian di tahun 2018 ini merupakan ekskavasi tahap ketiga sejak pertama dilakukan pada tahun 2016. Ia menambahkan, secara teknis pengumpulan data penelitian yaitu dengan cara survei arkeologi dan geologi serta dengan cara ekskavasi yaitu dilakukan penggalian arkeologi secara sistematis.

“Terdapat 13 titik penggalian dalam penelitian kali ini dan kami menemukan kepala Kala yang berukuran cukup besar. Ukirannya masih berbentuk pola atau belum selesai pengerjaannya (unfinished), serta tiga sudut struktur candi dengan penggalian sedalam tiga meter yang diperkirakan berbentuk bujur sangkar. Selain itu juga ditemukan Arca Makara, artefak serta pecahan-pecahan keramik,” tambahnya.

Yuli Marwantoko, SE., MM menambahkan kegiatan penelitian di Situs Adan-Adan ini tidak brerhenti sampai bulan ini, dikarenakan masih banyak misteri sejarah yang belum terungkap.ÂÂ “Diperkirakan pada Bulan Oktober 2018 seluruh tim dari Pemkab. Kediri dan Puslit Arkenas akan kembali mendatangi Desa Adan-Adan dan akan lebih dalam lagi mengungkap sejarah purbakala yang ada Situs Adan-Adan ini,” tambahnya. (Komifo/dn,tj,wk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.