berita HEADLINE

Lagi-lagi Barat Sungai, Sekarang Giliran Jalan Tol

Laporan Tim Liputan Tabloid Demonstran

 

Belum juga tuntas kegaduhan terkait rencana pembangunan bandar udara (bandara), muncul lagi kabar adanya proyek prestisius di wilayah barat Sungai Brantas Kabupaten Kediri. Kali ini giliran kabar rencana pembangunan jalan tol yang diproyeksi akan menghubungkan wilayah Kediri dengan daerah – daerah di sekitarnya.
………
Saat kabar rencana pembangunan jalan tol itu dikonfirmasikan, pihak Pemkab Kediri tidak menampiknya. Agus, Kabid Infrastruktur Pengembangan Wilayah (IPW) Bappeda Kabupaten Kediri mengatakan, memang benar, Kabupaten Kediri bekerjasama dengan pihak swasta merencanakan untuk pembangunan jalan tol, tepatnya di Kecamatan Banyakan.
“Rencana pembangunan jalan tol tersebut sudah mendapatkan izin dari Pemerintah Pusat, sebagai proyek strategis nasional (PSN),” kata Agus saat ditemui tim Tabloid Demonstran di ruang kerjanya.

Masih kata Agus, rencananya jalan tol tersebut akan mengarah ke Nganjuk di utara dan Tulungagung di selatan. “Semua itu masih rencana awalnya saja, dan nantinya kita akan kembangkan lagi wilayahnya,” ungkapnya.
Terkait rencana pembangunan jalan tol itu, sejumlah tahapan awal telah dipersiapkan. Salah satunya melakukan pertemuan dan koordinasi dengan rekanan yang akan melakukan pembangunan. “Saya belum bisa menjelaskan pihak swasta itu siapa, kalau lebih enaknya tanyakan kepada Kepala Bappeda saja, jangan saya,” katanya.
“Tetapi yang jelas, rencana pembangunan jalan tol itu memang ada, dan kita dalam kurun waktu dekat ini akan melakukan pembebasan tanah di area Banyakan,” imbuhnya.
Bagaimana tanggapan warga atas rencana pembangunan jalan tol itu ?Sugiono salah satu warga Desa Tiron Kecamatan Banyakan mengaku sudah¬† mendengar rencana tersebut. “Saya sempat mendengarnya bahwa di Banyakan ini akan dibangun jalan tol. Namun untuk lokasi tepatnya dimana saya masih belum jelas, akan tetapi di Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, kabarnya sudah mulai ada tawaran pembelian terhadap tanah-tanah warga,” kata pria penjual mie ayam itu.
Sugiono sendiri mengaku hanya bisa pasrah jika nantinya rumahnya terkena dampak pembebasan tanah untuk pembangunan jalan tol. “Kalau saya tidak setuju, namun banyak warga saya yang setuju lalu bagaimana, pasti rumah saya juga akan ikut kegusur,” ungkapnya.
Terpisah, Ngisomodin, Kepala Desa Marron Kecamatan Banyakan membenarkan adanya rencana pembangunan jalan tol itu. “Memang benar, ada perencanaan pembangunan tol tersebut. Sebenarnya perencanaan itu sudah lama planingnya, kira-kira bulan puasa kemarin.¬†Saya sendiri sempat dipanggil oleh Pemkab Kediri untuk membicarakan ini,” katanya.
Menurut Ngisomodin, rencananya, jalur tol untuk arah utara nanti akan menuju ke arah Kertosono, sedangkan untuk arah selatan targetnya hingga ke Tulungagung,” imbuhnya. “Akan tetapi saya sendiri juga tidak tahu kapan itu mulai dikerjakan,” pungkasnya.
Dua proyek besar sudah di depan mata. Publik hanya bisa menunggu kapan rencana mega proyek itu dibeberkan secara detil oleh pemerintah. Yang jelas proyek – proyek fisik berskala besar seperti itu harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan bukan sebaliknya.(glh/yy/vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *