berita PENDIDIKAN

Budayakan Membaca Sejak Dini

Kediri, demonstran.com – Indonesia berhasil menurunkan angka tuna aksara secara signifikan, tercatat hingga tahun 2014 tersisa 3,7 persen masyarakat yang masih belum melek aksara. Namun prestasi itu tak boleh membuat kita besar kepala. Masih ada pekerjaan besar yang harus segera dikerjakan. Pekerjaan besar itu yakni, bagaimana menumbuhkan minat baca agar menjadi budaya.

Sejumlah upaya memang sudah dilakukan secara bertahap untuk menumbuhkan budaya membaca. Salah satunya kegiatan wajib membaca 15 menit sebelum pembelajaran di sekolah untuk membaca buku selain buku mata pelajaran, seperti yang tertuang dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Menumbuhkan kebiasaan yang kemudian menjadi budaya memang sulit. Namun, jika benar – benar dibiasakan tak ada hal yang mustahil. Seperti yang dilakukan oleh siswa – siswi SDN Banjaran IV Kota Kediri, mereka diwajibkan membaca buku selama 30 menit sebelum pelajaran utama dimulai. Selain itu, mereka juga diwajibkan untuk mengunjungi perpustakaan sekolah. “Kalau berkunjung ke perpustakaan, kurang lebih satu jam pelajaran atau setara dengan 35 menit,” ujar Eni Hidayati (36) pustakawan sekolah. (hya/vr)

3 thoughts on “Budayakan Membaca Sejak Dini”

  1. Hiya very cool site!! Guy .. Beautiful .. Amazing .. I will bookmark your site and take the feeds also…I’m happy to search out numerous useful information right here within the post, we want work out extra strategies in this regard, thanks for sharing. . . . . .

  2. I just want to say I am just beginner to blogging and actually enjoyed this website. More than likely I’m going to bookmark your blog . You really come with terrific article content. Cheers for sharing with us your website page.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.