berita WISATA

Topeng Panji Ramaikan Festival Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2018

Kediri, demonstran.com – Topeng Panji adalah topeng yang terbuat dari kayu yang cukup lunak dan mudah dibentuk namun tetap dibutuhkan ketekunan, ketelitian, serta membutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam proses pembuatannya. Bahkan seorang pengrajin yang sudah ahli pun untuk membuat satu topeng panji membutuhkan waktu hingga satu hari lamanya. Topeng panji ini biasanya digunakan untuk kesenian tari pada zaman kerajaan dahulu kala, namun untuk sekarang ini juga semakin gencar dipertunjukkan kembali seperti pada moment-moment acara besar sebagai wujud dalam menguri-nguri kearifan budaya lokal.
Bahkan, sudah banyak bagi masyarakat yang telah mengoleksi akan keberadaan topeng Panji ini, karena dianggap unik dan memiliki nilai filosofi sejarah yang tinggi. Karena kita ketahui, cerita panji sangatlah identik dengan kebudayaan Jawa,  terutama Jawa Timur sejak berdirinya masa Kerajaan Kediri.
Maka tak hayal, banyak masyakat Kediri yang semakin kesini semakin menyukai tentang semua perihal mengenai pernak-pernik panji seperti halnya topeng panji. Dari perihal tersebut nampaknya juga berkesinambungan dengan semakin banyaknya para pengrajin topeng panji diwilayah Kediri. Tak dapat dipungkiri pula, keberadaan topeng panji kini telah menjadi pilihan banyak orang yang memanfaatkannya sebagai industri perekonomian kreatif.
Seperti topeng buatan Oli Ardian Solikin, yang dijual dengan harga bervariatif tergantung dari bahan yang dipergunakan. Topeng dari bahan kayu biasanya dijual dengan harga antara Rp. 250.000 hingga Rp. 300.000, sedangkan dari bahan fiber harganya sekitar Rp. 60.000, ada lagi topeng panji yang dibuat dari bahan baku kertas biasanya dijual dengan harga Rp. 35.000 setiap bijinya.
Diakui oleh Oli Ardian, membuat topeng bukan hanya sebatas untuk mencari nafkah, tapi juga untuk melestarikan budaya bangsa.
“Salah satunya dengan cara seperti ini, kita membuka stand di pameran Pekan Budaya dan Pariwisata di Kabupaten Kediri, semua ini dilakukan sebagai upaya kami dalam mengenalkan kearifan budaya lokal terhadap masyarakat, terlebih kepada kalangan pemuda dan anak-anak,” kata Oli sapaan akrab pengrajin topeng panji ini saat ditemui wartawan Tabloid Demonstran di stand pameran Pekan Budaya dan Pariwisata di Kabupaten Kediri, Senin (9/7/2018).
Selain topeng panji, Oli juga menjual miniatur (patung) tokoh-tokoh panji seperti halnya Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji yang sangat melekat dengan kisah prasejarah di Kediri.
Miniatur ini juga salah satu dari hasil karyanya yang sengaja juga dibawa oleh Oli untuk dipertunjukkan di stand pameran Pekan Budaya dan Pariwisata.
Oli Ardian pun juga tidak menampik, bila ada pengunjung yang menginginkan dari miniatur tersebut untuk dibeli, maka ia juga menjualnya. Biasanya Oli Ardian menjual miniaturnya dengan harga Rp. 150.000 – Rp. 250.000 per bijinya.
“Ya bila ada yang berniat untuk membeli, saya juga akan melepasnya mas,” kata Oli sembari sembari tersenyum kepada wartawan Tabloid Demonstran.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *