berita WISATA

Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2018, Angkat Tema “Amestuti Budaya Leluhur, Angesthi Kediri Misuwur”

Kediri,demonstran.com – Puluhan parade mobil hias mewarnai kegiatan dibukanya agenda tahunan dari Pemerintah Kabupaten Kediri dalam gelaran “Pekan Budaya dan Pariwisata 2018”.
Dalam parade mobil hias kali ini diikuti kurang lebihnya sebanyak 50 mobil hias yang dimana para pesertanya terdiri dari berbagai instansi lembaga pemerintah, swasta, BUMN, BUMD serta dari lembaga sekolah.
Puluhan mobil hias ini diberangkatkan dari Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri tepatnya di Jalan Soekarno Hatta No. 1 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Ngasem, Kabupatan Kediri dan sebagai letak lokasi finishnya adalah dikawasan Simpang Lima Gumul (SLG).
Selain itu, tak hanya parade mobil hias saja yang menjadi rangkaian kegiatan pembuka dalam penyelenggarakan pada siang hari ini, Minggu (8/7/2018). Melainkan, Pemkab Kediri melalui Bupati Kabupaten Kediri Haryanti Sutrisno telah melaunching acara Stand Pameran Desa Wisata, Kampung Panji dan pameran UMKM sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memajukan sektor perekonomian di Kabupaten Kediri.
Bupati Kabupaten Kediri, Haryanti Sutrisno mengatakan, keseluruhan rangkaian acara yang dikemas menjadi satu dalam Pekan Budaya dan Pariwisata ini ditujukan kepada masyarakat sebagai sarana tontonan serta hiburan bagi masyarakat, sekaligus mengenalkan potensi pariwisata Kabupaten Kediri, juga sebagai sarana mengenalkan Panji dengan berbagai versi dan budaya.
“Diharapkan dengan memasukkan unsur festival Panji dalam Pekan Budaya dan Pariwisata ini, cerita Panji yang populer di masa kerajaan Majapahit mampu populer kembali sebagai bentuk kearifan budaya lokal,” katanya.
Lebih lanjut Haryanti Sutrisno mengatakan,  peningkatan dan pemerataan perekonomian di desa merupakan visi-misi yang coba terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Saat ini desa tidak lagi menjadi penonton dalam sebuah pembangunan, tetapi telah menjadi pelaku dalam kegiatan pembangunan itu sendiri. Begitu banyak potensi di desa yang bisa dikelola dan dikembangkan bersama oleh pemerintah dan masyarakat desa itu sendiri. Baik itu wisata alamnya maupun kuliner yang diciptakan lewat potensi dari desa itu sendiri.
“Maka dari itu kami selaku Pemerintah Kabupaten Kediri selalu berusaha untuk meningkatkan potensi tersebut salah satunya lewat wadah dibuatnya stand pameran desa wisata dan UMKM yang dikemas dalam gelaran Pekan Budaya dan Pariwisata. Dengan contoh hal kecil tersebut diharapkan mampu mendongkrak produktivitas bisnis mereka yang pada akhirnya berimbas pada perekonomian yang meningkat,” terangnya.
Diketahui dalam agenda Pekan Budaya dan Pariwisata ini akan berlangsung selama satu Minggu lamanya, yaitu mulai dari 8 Juli – 14 Juli mendatang. Sementara itu dalam acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Sedangkan untuk tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Amestuti Budaya Leluhur, Angesthi Kediri Misuwur”. Acara Pekan Budaya dan Pariwisata ini akan ditutup dengan persembahan festival “Tari Kolosal Seribu Barong” yang akan dilaksanakan di kawasan Simpang Lima Gumul tepatnya pada 14 Juli 2018. (glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *