berita EKONOMI WISATA

Wow . . . Rp 25 juta untuk Mobil Hias

Kediri, demonstran.com – Puluhan mobil hias bakal berparade dalam memeriahkan Pekan Budaya dan Pariwisata di Kabupaten Kediri 2018.

Pekan Budaya dan Pariwisata ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri dalam rangka mempromosikan kebudayaan serta pariwisata di wilayah Kediri, terlebih sebagai wadah hiburan kepada masyarakat.
Sementara itu dalam Pekan Budaya dan Pariwisata ini terdapat berbagai macam kegiatan yang akan dilakukan mulai dari 8 Juli – 14 Juli 2018. Kegiatan tersebut salah satunya adalah parade mobil hias. Parade mobil hias ini bakal diberangkatkan langsung oleh Bupati Kediri dr Haryanti Sutrisno dari kantor Pemkab Kediri menuju garis finish di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG).
Mobil hias ini diikuti dari berbagai instansi pemerintah, swasta, BUMN, BUMD serta dari lembaga sekolah.
Arak – arakan pawai mobil hias ini bakal memberikan sebuah pertunjukan karya seni menghibur serta memberikan daya tarik terhadap masyarakat Kediri.
Namun, ada sisi menarik sekaligus membuat wartawan Tabloid Demonstran merasa tercengang, setelah mengulas sejumlah persiapan yang dilakukan oleh para peserta mobil hias terutama dalam mendesain serta merakit sebuah mobil hias untuk dipergunakan dalam acara esok, Minggu (8/7/2018).
Perihal itu adalah masalah budget yang dikeluarkan oleh para peserta parade dalam membuat karya seni sebuah mobil hias. Tak tanggung-tanggung dalam menyelesaikan satu mobil hias saja, para peserta ini harus merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan, budget tersebut bernilai hingga puluhan juta rupiah.
Seperti yang diungkapkan oleh Cahyo Sumargo salah satu peserta mobil hias saat ditemui wartawan Tabloid Demonstran di halaman rumahnya.
Cahyo Sumargo merupakan seorang guru seni rupa dari SMPN 1 Kandat Kabupaten Kediri yang ikut serta dalam mewakili dari lembaga sekolah yang ada di Kabupaten Kediri.
Cahyo Sumargo mengaku dalam membuat mobil hias ini ia menghabiskan uang sebesar kurang lebihnya Rp 25 juta.
“Dalam membuat satu mobil hias ini kita telah menghabiskan dana sebesar Rp. 25 Juta. Keseluruhan anggaran tersebut dipergunakan untuk pembelian keperluan hias seperti triplek, kayu, paku, sterofom, car dan sewa mobil sebagai obyek hias,” katanya.
Masih kata Cahyo Sumargo, untuk tahun ini tema yang diangkat dalam parade mobil hias ini adalah wayang gedhog. Wayang Gedhog merupakan bagian dari budaya panji, sehingga Pemkab Kediri menekankan kepada kami selaku peserta parade untuk menampilkan seni rupa yang menggambarkan sebuah wayang,” ungkap Sumargo kepada Tabloid Demonstran.
Lebih lanjut Cahyo Sumargo menjelaskan, dalam pembuatan mobil hias ini ia perlu waktu selama satu Minggu untuk menyelesaikannya, sedangkan dalam pengerjaannya sendiri perlu melibatkan sedikitnya sebanyak 6 orang yang membantu,” terangnya.
Meski dalam pembuatan mobil hias ini menghabiskan waktu yang panjang dan mengeluarkan anggaran yang besar, namun bagi Cahyo Sumargo semua itu tak ada masalah. Semua demi kemeriahan acara Pemkab Kediri dan masyarakat.
“Bila masyarakat merasa senang dan terhibur, semua rasa lelah dan kerja keras kami akan terbayarkan. Sekali lagi ini juga bagian dari kami selaku guru seni rupa di Kabupaten Kediri untuk mengenalkan budaya panji kepada masyarakat  dan terlibih kepada anak-anak akan budaya panji yang harus dilestarikan serta terus dipopulerkan,” pungkasnya.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.