berita KRIMINAL

Ratusan Truk Pasir Unjuk Rasa Tolak Penambangan Menggunakan Alat Berat

kediri, demonstran.com – Ratusan truk beserta para penambang pasir tradisional di aliran Lahar Kelud tepatnya didaerah Kali Pulo Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri lakukan unjuk rasa, Senin (2/7/2018).
Unjuk rasa tersebut dipicu atas penolakan terhadap penambang pasir yang menggunakan alat berat seperti halnya bekho.
Mereka menganggap bahwa adanya penambang pasir yang menggunakan alat berat tersebut telah mempengaruhi hasil pendapatan bagi penambang tradisional dalam melakukan penambangan.
Dalam aksi ini terlihat para penambang pasir tradisional memarkirkan kendaraan truknya secara berderet disepanjang jalan Desa Pranggang Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri tepatnya di depan kantor PT BISI.
“Sejak hari Sabtu (30/6), pihak perusahaan mengoperasikan satu unit bego dilokasi tambang. Kami menganggap keberadaan alat berat tersebut nantinya akan mengancam mata pencaharian kami sebagai penambang pasir tradisional yang selama bertahun-tahun hanya menggunakan cangkul dan skop saja,” kata Tubagus Witrajaya salah satu perwakilan penambang pasir tradisional,.
Masih kata Tubagus, kami mendengar bahwa sebentar lagi di lokasi pertambangan akan di datangkan 60 alat berat (bego) yang akan menyusul dan segera beroprasi. Maka dari itu, maksud kedatangan dan aksi kami hari ini adalah untuk melakukan penolakan terhadap alat berat.
“Kami mengancam, bila aktivitas alat berat tersebut tetap dilakukan, kami akan melakukan pengusiran secara paksa,” ungkapnya.
Diketahui dalam aksi unjuk rasa ini mengakibatkan jalur lalu lintas Kediri – Malang menjadi tersendat selama kurang lebih 3 jam. Massa pada akhirnya membubarkan diri setelah dari pihak perusahaan berjanji untuk memenuhi tuntutan mereka dan mengeluarkan bego milik perusahaan yang saat ini berada di pertambangan.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *