berita Kesehatan

Meski Terbaring di RS, Tak Menyurutkan Niatnya Mencoblos

Kediri,demonstran.com – Semua masyarakat yang telah memiliki KTP elektronik dan terdaftar dengan bukti formulir C6, mempunyai hak untuk memilih. Begitu pun dengan para pasien atau keluarga yang sedang berada di dalam Rumah Sakit.
Seperti yang terjadi di RSUD Gambiran II Kota Kediri. Disitu terdapat TPS Mobile alias bergerak untuk melayani para pasien yang memiliki hak pilih.
Berdasarkan pantauan dari tim Tabloid Demonstran, dalam RSUD Gambiran II terdapat 101 jumlah pemilih dalam penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 27 Juni 2018 ini. Diantaranya adalah TPS dari Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren, Kota Kediri yang terdiri dari TPS 11 dengan jumlah pemilih 21 pasien, TPS 8 dengan jumlah pemilih 20 pasien dan TPS 6 dengan jumlah pemilih 20 pasien, ditambah dengan data pemilih asal Kelurahan Singonegaran yang terdiri dari TPS 12 dengan jumlah pemilih sebanyak 20 pasien dan TPS 13 sejumlah 20 pasien.
Hadi Wiyono S.Pd, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Pakunden mengatakan, pada hari ini kami mengemban tugas dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri dalam rangkaian pemilihan umum pemilihan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri beserta Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, yang kita lakukan di RSUD Gambiran II.
“KPU Kota Kediri telah memerintahkan kami selaku petugas TPS untuk melayani masyarakat dengan cara menjemput bola dalam menggalang pemberian fasilitas kepada masyarakat dalam memberikan hak suaranya, yang salah satunya kita lakukan di rumah sakit Gambiran II ini. “Jadi tidak ada istilah TPS khusus di rumah sakit, melainkan dari TPS – TPS terdekatlah yang memberikan pelayanan kepada para pasien yang memiliki hak suara dalam penyelenggaraan pemilu ini,” kata Cak Hadi, panggilan akrab Ketua PPS Kelurahan Pakunden itu.
Namun, lanjut Hadi, dalam pelaksanaan TPS Mobile ini, masyarakat tersebut harus memiliki formulir A5 sebagai pemilih pindahan dan KTP elektronik. Pasalnya kalau tidak ada, maka tidak berhak untuk memilih.
“Pemilih tersebut harus mempunyai formulir A5 yang didapat dari TPS asal (domisili) atau juga bisa daftar langsung di TPS tujuan. Karena kalau tidak ada, ya mereka tidak bisa untuk memberikan hak suaranya,” ungkapnya.
Sementara itu dalam proses pelaksanaan TPS Mobile di RSUD Gambiran II terlihat para pasien tetap bersemangat dan antusias dalam memberikan hak suaranya. Meski sekalipun mereka dalam keadaan terbaring lemas di rumah sakit.
Seperti yang dialami oleh Sutrisno pasien rawat inap di ruang Sekartaji B RSUD Gambiran II. Sutrisno yang mengalami sakit Bronkitis dan masuk di RSUD semenjak 10 hari yang lalu memberikan hak suara pilihnya dengan dibantu oleh sang istri, karena ia tak mampu untuk berdiri sendiri. Meski harus tergopoh-gopoh dan menahan rasa sakitnya, ia pada akhirnya telah menuntaskan tugasnya sebagai warga negara Indonesia yang baik.
Laki-laki asal Perumahan Permata Hijau Kota Kediri ini berharap siapapun yang terpilih nanti pada Pilwali Kota Kediri dan Pilgub Jawa Timur, bisa melunasi janji-janjinya seperti yang dituangkan mereka saat berkampanye.
Diketahui dalam pemilihan umum Pilwali Kota Kediri terdapat tiga pasangan calon (paslon). Paslon nomor urut satu Aizzudin Abdurrahman – Sudjono Teguh Wijaya, paslon nomor urut dua Abdullah Abu Bakar – Lilik Muhibbah, dan paslon nomor urut tiga Samsul Ashar – Teguh Juniadi. Sedangkan untuk Pilgub terdapa dua pasangan calon yakni paslon nomer satu Khofifah Indarparawansa – Emil Elestianto Dardak, dan paslon nomor urut dua Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *