KULINER

Jelang Lebaran, Omzet Penjualan Kue Kering Naik Hingga Puluhan Juta Rupiah.

Kediri, demonstran.com – Omzet penjualan kue kering jelang perayaan Lebaran meningkat drastis hingga puluhan juta rupiah.
Seperti usaha kue kering yang dimiliki oleh Ibu Lely yang terletak di Jalan Semeru, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Usaha kue kering yang dirintis sejak 2002 silam itu, kini Bu. Lely masih tetap exsis, dan bahkan bisnisnya itu terbilang semakin berkembang pesat.
Ada sekitar 80 jenis aneka kue kering yang diproduksi oleh Ibu Lely. Namun, khusus di hari lebaran ini kue Nastar, Putri Salju dan Kastengel- lah yang menjadi primadona di masyarakat. Harganya pun juga bervariasi mulai dari harga Rp. 40 ribu hingga Rp. 90 ribu.
“Untuk harga kue kering nastar per toplesnya kita bisa hargai senilai Rp. 51 ribu – Rp. 93 ribu, tergantung dari jenis bahan pembuatannya. Lalu untuk jenis kue kering seperti Kastengel kita bisa jual dengan harga Rp. 51 ribu – Rp. 91 ribu per toplesnya. Sedangkan untuk kue kering jenis Putri Salju kita bisa jual dari harga Rp. 80 ribu – Rp. 91 ribu,” kata Feny Febrianti (Manager), mewakili Ibu Lely sebagai pemilik usaha kue kering ini.
Dikatakan oleh Feny, menjelang hari lebaran seperti ini, omzet yang didapat dari penjualan kue kering naik hingga 3 kali lipat. Bila penjualan di hari biasa dalam sehari ia mengaku mendapatkan untung bersih sebesar 4 – 5 juta rupiah. Sedangkan memasuki bulan ramadhan atau jelang lebaran seperti ini, ia mengaku bisa mendapatkan keuntungan hingga 6 – 8 juta rupiah dalam sehari.
“Bila dihitung dalam kurs pendapatan per/bulannya, kami untuk hari biasa bisa mendapatkan untung sebesar 25 juta rupiah. Sedangkan menjelang hari lebaran seperti ini keuntungan kami bisa mencapai 50 juta rupiah dalam sebulan,” ungkapnya.
Feny pun juga menerangkan, dalam memenuhi pesanan kue kering jelang lebaran. Ia mengaku harus mencari tenaga tambahan untuk memenuhi pesanan-pesanan tersebut.
“Dihari biasa kita biasanya hanya memperkerjakan pegawai sejumlah 20 orang saja, sedangkan di hari menjelang lebaran seperti ini kita perlu memperkerjakan sekitar 40 – 50 orang untuk memproduksi kue-kue pesanan ini,” terangnya.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *