berita DAERAH

Tak Layak Jalan, Satu Bus Diamankan

Kediri, demonstran.com – Satu bus angkutan transportasi umum harus ngandang dalam operasi gabungan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri serta Polresta Kediri, Minggu (10/6/2018).
Dalam operasi gabungan ini menyasar pada kelayakan kendaraan  transportasi bus angkutan umum dan melihat kondisi kesehatan sopir pada saat melakukan pengoprasian angkutan. Hal ini dilakukan seiring dengan mendekati hari lebaran dan memberikan rasa aman serta menjaga keselamatan penumpang mudik yang mulai meningkat.
Berdasarkan pantauan dilapangan, petugas dari kepolisian dan Dishub Kota Kediri langsung melakukan pemberhentian terhadap bus yang masuk ke Terminal Baru Tamanan. Mulai dari klakson, rem, ban, hingga trayek perjalanan, semuanya tidak luput dari pemeriksaan.
Dukut Siswantoyo, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementrian Perhubungan mengatakan, untuk memberikan rasa aman serta menjaga keselamatan penumpang mudik, pada hari ini kami bersama dengan anggota kepolisian dan BNN Kota Kediri melakukan pemeriksaan  terhadap uji kelayakan kendaraan angkutan umum dan melihat kondisi kesehatan sopir angkutan.
“Dari hasil pemeriksaan sementara waktu ini, petugas telah mengamankan satu kendaraan bus yang dinilai tak layak operasional. Bus ini mengalami berbagai kendala diantaranya, pada lampu penunjuk arah sebelah kiri dalam bus tersebut tidak menyala atau mati, lampu rem belakang tidak menyala, kondisi rem parkir tidak fungsi, pintu utama dalam kondisi tak layak, pengukur kecepatan tidak berfungsi serta pintu darurat dan jendela darurat juga tidak ada. Dengan banyaknya kekurangan pada angkutan bus ini, kami mengamankan dan menghentikan operasional dari bus ini,” ungkap Dukut, saat di wawancari oleh tim Tabloid Demonstran di lokasi Terminal.
Masih kata Dukut, atas ketidakan layakan angkutan umum ini, kami langsung menindak tegas. Karena perihal ini menyangkut pada keselamatan dari para penumpang mudik. Jadi, pada saat ini juga kami telah memberikan surat pernyataan terhadap perusahaan untuk memperhatikan perihal aturan tersebut. Bila angkutan bus ini tetap tidak mematuhi aturan dan tetap dalam kondisi tak layak jalan, maka kami akan menindaknya lagi dan memberikannya tindakan tilang,” tegasnya.
Sementara itu terhadap kesehatan dari para sopir angkutan. Dalam operasi ini petugas tidak menemukan adanya sopir yang dalam keadaan tidak sehat.
Hal ini dijelaskan oleh Dokter Klinik Pratama BNN Kota Kediri Dr. Slamet mengatakan, dari hasil pemeriksaan tes urin pada hari ini, kami tak menemukan dari para sopir yang mengkomsumsi sabu-sabu ataupun jenis narkoba lainnya.
“Semuanya dalam keadaan sehat dan layak untuk melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.
Lebih jauh dokter Slamet mengungkapkan, bahwa perihal ini merupakan upaya dari BNN Kota Kediri dalam menekan angka kecelakaan angkutan umum pada saat mudik. Karena kita ketahui, keselamatan penumpang berada pada diri sopir. Bila sopir dalam keadaan tak sehat, maka hal itu akan menjadikannya riskan pada saat perjalanan mudik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *