berita KRIMINAL

Mayat di TPU Tegowangi Korban Pembunuhan

Kediri, demonstran.com – Teka-teki kaki manusia yang menyembul di atas kuburan warga Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Kamis (17/5/2018) silam, ternyata adalah korban kasus pembunuhan.
Diketahui korban bernama Sunarti (39) warga asal perumahan taman wisata Tropodo Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan untuk tersangka adalah tetangga dekat korban yang dimana tersangka ini tinggal di satu perumahan yang sama dengan korban yakni Perumahan Taman Wisata Tropodo Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, dengan nama Nur Kholik (43).
Pelaku nekat membunuh korban karena korban sempat berniat untuk menyantet anak pelaku agar mau bersetubuh dengan si korban. Mendengar kata-kata yang tercelutuk oleh korban, membuat pelaku atau tersangka naik pitam sehingga langsung menghabisi nyawa sang korban.
“Korban dan tersangka ini sudah saling mengenal, dan mereka sempat terlibat kisah hubungan asmara satu sama lain,” kata Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan, S.IK.
Masih kata Kapolres, sedangkan kronologis dari kejadian pembunuhan ini berawal dari pertemuan mereka pada, Rabu (16/5) pukul 10.00 WIB. Keduanya mengagendakan bertemu atau janjian di lokasi depan SD Tegowangi Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, kemudian mereka berdua berkeliling mencari sebuah hotel di wilayah Kota Kediri dengan menggunakan mobil milik korban. Sekira pukul 12.00 Wib, pada saat hendak mau masuk hotel tersangka mengajak makan terlebih dahulu selanjutnya hingga terjadi percekcokan diantara mereka. Tersangka merasa terus menerus dihina dan disinggung tak dapat memuaskan hasrat dari sang korban, lalu korban juga sempat mengancam akan menguna – guna anak tersangka untuk memuaskan hasrat korban.
Sementara tersangka mendengar perkataan itu dari korban, tersangka langsung naik pitam dan seketika mencekik leher korban dengan memakai lengan kirinya dan ditarik menggunakan tangan kanan dengan kuat dikursi belakang dalam mobil Nisan Xtrail warna hitam milik korban selama 20 menit. Kemudian tersangka mengambil alih kemudi dan menjalankan mobil tersebut berkeliling di sekitar Kota Kediri,” terang Kapolres pada saat Press Realese bersama tersangka di halaman Polres Kediri.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, pada saat perjalanan, tersangka melihat korban dirasa belum meninggal dan kaki korban masih menendang – nendang pintu mobil, kemudian tersangka langsung menepikan mobilnya dan tersangka mencekik kembali leher korban dari depan menggunakan tangan kanan. Setelah dirasa korban tidak bergerak, tersangka menyalakan mobil dan kembali menjalankan mobilnya. Namun tidak menyalakan AC agar korban tidak bisa bernafas. Setelah tersangka tidak kuat karena kehabisan udara didalam mobil, lalu tersangka membuka kaca mobil tersebut.
“Setelah yakin korban tidak bernyawa lagi, tersangka langsung pergi ke Tegowangi ketempat bibinya untuk meminjam cangkul lalu mengubur korban di pemakaman umum Desa Tegowangi. Korban dikubur pada malam hari jam 23.00 Wib,  dan tersangka pada saat mengubur sang korban, tak mengetahui bahwa kaki korban terlihat atau tak terkubur dengan sempurna,” beber Kapolres sembari menunjukkan alat-alat bukti yang digunakan tersangka kepada wartawan.
Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman dengan pasal 338 KUHP atau 340 KUHP.
Sementara untuk alat bukti antara lain, mobil nisan xtrail warna hitam nopol AG. 1746 DH, satu cangkul, satu buah garuk, satu buah glangsing, satu buah hp warna hitam, satu buah cincin emas milik korban, satu jam tangan milik korban, sat

u buah baju kemeja putih motif bergaris abu-abu milik korban, satu buah celana jeans warna biru milik korban, kaos warna biru dongker milik tersangka, dan satu buah celana jeans warna biru milik tersangka yang masih ada bukti tanah makam yang menempel dicelana milik tersangka.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *