DAERAH

Ratusan Massa Gelar Aksi Di Depan Masjid Agung Kota Kediri

Kediri, demonstran.com –  Ratusan massa yang diperkirakan kurang lebihnya 700 orang dari kader dan juga simpatisan PKS se – Kediri Raya menggelar aksi di depan Masjid Agung Kota Kediri untuk menentang keras terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem (Al-Quds) sebagai Ibukota Israel dan berencana melakukan pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem (Al-Quds), Jum’at (11/5/2018).
“Tindakan tersebut sebenarnya telah ditolak keras oleh 128 negara atau 75 persen anggota dari PBB dalam sidang darurat Majelis Umum PBB (21/12/2017), tetapi Trump mengabaikan suara PBB tersebut dan terus melanjutkan keputusannya. Congkaknya, pernyataan Trump ini telah meningkatkan ekskalasi konflik antara Israel dan Palestina, diantaranya terlihat dalam tindakan-tindakan represif israel terhadap warga Palestina termasuk dalam peristiwa “Great Return March”. Keputusan sepihak Trump tersebut sejalan dengan arogansi tak berujung Israel dalam melakukan penghinaan, perampasan dan pendudukan terhadap kedaulatan Palestina,” jelas Barurochman Ketua DPC PKS Kota Kediri yang juga menjadi koordinator aksi.
Masih kata Barurochman, kita akan terus mendesak pemerintah untuk turun tangan dalam menyikapi masalah ini. Jangan sampai sahabat kita disana (Palestina) ditindas semena-mena oleh Israel. Sebagaimana arogansi Trump diatas tadi sangat berpotensi mendorong provokasi dari beberapa hal. Diantaranya, penduduk Palestina yang berada di Yerusalem akan teralienasi atau terisolasi. Selanjutnya, gagasan ini akan menjadi penguat bagi rencana zionis Israel dalam meruntuhkan Masjidil Al-Aqsa, dan bahkan langkah ini akan membuka gelombang arus migrasi Yahudi global ke wilayah Palestinya,” ungkapnya.
Diketahui dalam aksi turun jalan ini, membawai beberapa tuntutan-tuntutan yang menjadi titik permasalahan dari para aksi, diantaranya, mengutuk keras keputusan Pemerintahan Trump yang tetap mengabaikan Keputusan Majelis Umum PBB sehingga menurunkan kredibilitas PBB sebagai lembaga pemelihara perdamaian dunia.
“Langkah Trump telah mencoreng dan merusak tatanan hubungan internasional dan berpotensi menimbulkan konflik baru di kawasan Timur Tengah. Karena itu, PKS menuntut keras Pemerintahan Trump untuk mendengar aspirasi masyarakat internasional dengan segera membatalkan rencana pemindahan kedutaan besarnya,” tutur Barurochman.
Selain itu, PKS juga mengharapkan kepada PBB untuk segera menyikapi arogansi Pemerintahan Trump dalam keputusan pemindahan kedutaan besarnya, mengingat mayoritas anggota PBB telah menolak pada voting tanggal 21 Desember 2017 termasuk di antaranya 4 negara yang memiliki hak veto.
PKS juga akan mendukung usaha Pemerintah Republik lndonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan hak penguasaan atas kota Yerusalem (AI-Quds) sebagai ibukota Palestina.
“PKS juga mengharapkan adanya peran diplomasi yang optimal dari pemerintah Indonesia untuk mengajak negara-negara internasional dalam mendukung kemerdekaan Palestina,” ucapnya.
Terakhir, PKS mengajak seluruh elemen bangsa indonesia untuk melakukan aksi nyata terhadap keputusan pemerintahan Trump terkait Yerusalem (Al-Quds), berupa (1) penyebaran informasi sesungguhnya tentang kebiadaban Zionis lsrael dan penderitaan rakyat Palestina, (2) menyemarakkan edukasi terkait keistimewaan kota bersejarah Al-Quds, dan (3) melakukan gerakan socio-cultural yang serius (serious socio-cultural movement), seperti boikot produk Israel,” pungkasnya mengakhiri wawancara dengan Tabloid Demonstran.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.