berita DAERAH

Galian Rolak 70 Kabupaten Kediri, Disegel Warga Setempat

Kediri, demonstran.com – Dianggap mengingkari janji yang telah disepakati, membuat aktivitas pertambangan galian C terpaksa ditutup oleh warga setempat.
Perihal ini terjadi di pertambangan galian C di sepanjang aliran lahar Gunung Kelud atau lebih tepatnya di Rolak 70 wilayah Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri.
Pertambangan tersebut terpaksa di segel oleh warga setempat lantaran pihak penambang telah ingkar janji kepada warga sekitar akan pemenuhan kewajibannya (kompensasi).
Berdasarkan pantaun tim Tabloid Demonstran, nampak warga beserta pihak pemegang izin penambang berbondong-bondong mendatangi lokasi penambangan dan melakukan penyetopan terhadap kendaraan truck-truck pengangkut pasir dan menyuruh keluar alat-alat berat yang melakukan aktivitas penambangan disana. Bahkan lebih parahnya, warga nampak mengunci palang pintu gerbang yang menjadi akses keluar masuknya truck-truck pengangkut pasir di lokasi penambangan Rolak 70 tersebut.
Sementara itu Mohammad Habibi selaku pemegang izin dari CV Adhi Djojo yang juga perwakilan dari warga sekitar mengaku geram atas ketidak profesionalnya pihak penambang terhadap janjinya. Mereka pihak penambang, kata Habibi “mereka telah  mencederai sebagaimana yang telah diputuskan Gubernur Jawa Timur P2T/61/15.02/VII/2017 Tanggal 12 Juli 2017 itu yang menganggap Ismiarso, selaku pengelola tambang asal Sidoarjo telah mengingkari perjanjian. Beberapa perjanjian yang sudah dibuat, namun diingkari oleh pihak penambang.
Seperti diantaranya adalah kewajiban membayar pajak yang belum dipenuhi, sehingga pihak CV Adhi Djojo ditagih oleh pihak pajak. Kemudian pengelola juga tidak memberikan kewajibanya kepada warga. Antara lain berupa uang kompensasi pengganti tanaman yang sudah rusak akibat dipakai untuk jalan armada penambangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Habibi mengatakan, kami dalam kurun waktu dekat ini akan mencoba bertemu dengan pihak penambang untuk mempertanggung jawabkan atas perkara ini. Bila dari pihak penambang tak kunjung juga turun tangan, kami pastikan lokasi ini tak bisa dibuka lagi untuk aktivitas pertambangan,” terangnya.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *