berita DAERAH

HMI Geruduk Kantor DPRD Kota Kediri, Meminta Gaji Guru Honorer dan Buruh Ditingkatkan

Kediri, demonstran.com – Pada hari kamis (3/5) puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Kediri datangi kantor DPRD Kota Kediri.
Kurang lebihnya sekitar 50 orang mahasiswa, mereka datang dan berorasi hiruk pikuk permasalahan yang terjadi di Kota Kediri.
Setidaknya ada 2 tuntutan yang menjadi bahan aduan utama mereka kepada Anggota Dewan Kota Kediri. Diantaranya,
1. Meminta kepada pemerintah untuk menaikkan gaji guru honorer, setidaknya setara dengan upah minimum regional (UMR).
2. Mengakomodir kesejahteraan dari para buruh.
Dwi Galih Setiawan Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Kota Kediri mengatakan, ada 2 komponen utama yang menjadi titik fokus permasalahan HMI dalam mengkritisi terhadap kinerja dari Pemerintahan di dalam mengawal kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah lokal intern Kota Kediri.
“Kami sangat miris sekali melihat gaji para guru honorer yang jauh dari kata layak. Mereka bekerja dengan penuh dedikasi tinggi, namun gaji mereka tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga, pasti kehidupannya akan serba berkekurangan dengan gaji seperti itu,” katanya.
Lalu permasalahan kedua mengenai kesejahteraan buruh. Selama ini para buruh di Kota Kediri masih banyak sekali yang di gaji diluar dari nilai standart gaji atau upah minimum regional (UMR). Yang menyebabkan kesejahteraan bagi para buruh kembali dipertanyakan. Kami tak ingin, antara guru honorer dan para buruh ini di tindas semena-mena oleh kaum-kaum yang tidak bertanggung jawab. Kami ingin kesejahteraan mereka supaya lebih diperhatikan lagi. Karena ini sudah menjadi tugas pemerintah dalam mensejahterakan masyarakatnya,” terangnya.
Sementara itu dalam aksi demo kali ini berhasil ditemui secara langsung oleh Yudi Ayub Chan anggota Dewan Komisi C Kota Kediri.
Ditemui seusai pertemuan dengan massa HMI, Yudi Ayub Chan mengaku menerima secara baik atas adanya laporan yang disampaikan kepada dirinya.
“Kami menerima dengan baik atas laporan yang telah disodorkan kepada kami ini tadi.
Mengenai laporan bahwa gaji guru honorer harus ditingkatkan, kami selama ini sudah berupaya dengan keras. Perihal ini terbukti dari setiap tahunnya kami selalu mengajukan untuk gaji guru honorer ini untuk bisa terus meningkat. Tingkatan nyata tersebut terbukti jelas dari kenaikan gaji guru honorer yang semula hanya di gaji senilai 300 ribu rupiah saja, kini meningkat naik menjadi 500 ribu rupiah. Dan hal itu akan terus tercontinue,” ungkapnya.
Sementara itu lanjut Yudi Ayub Chan, kita juga akan menunggu terkait dengan aturan dari ASN (aparatur sipil negara). Karena ASN ini juga salah satunya akan memuat aturan terkait nantinya berapa daerah akan membayar gaji guru honorer ini. Sedangkan informasi yang saya dapat guru honorer ini nantinya mereka akan terbayar setara dengan UMR.
Sementara terkait dengan permasalahan gaji buruh, kami tentunya juga terus akan mengawal mengenai hak-hak mereka dan kesejahteraan bagi para buruh sendiri tidak terkecuali dengan permasalahan gaji,” jelasnya.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.