berita REFLEKSI

Surga Bagi Penikmat Pemandangan Bawah Laut

Nusa Penida, Potensi Lain Andalan Wisata Propinsi Bali ( 2 )

Ke Pulau Bali dan mengunjungi Pantai Kuta, Sanur, GWK, Pantai Pandawa, Nusa Dua ataupun tempat-tempat seperti Bedugul, dream land mungkin sudah pernah, bahkan ada yang sudah sering, mungkin. Tetapi mengunjungi tempat-tempat indah di bagian timur Bali, tepatnya di kawasan Nusa Penida dan Nusa Lembongan bagi saya masih yang pertama. Mungkin bagi pembaca juga. Untuk itu, kami, saya bersama-sama dengan tim ( istri dan anak-anak ) sengaja ingin menuliskan sedikit pengalaman datang ke bagian lain propinsi Bali tersebut.

Usai menikmati area fotospot di kawasan angel’s billabong dan broken beach kita bergeser ke tempat lainya tetapi masih di kawasan Pulau Nusa Penida yaitu kawasan Toyapakeh. Di tempat ini yang menjadi andalan adalah spot-spot senorkeling yang sangat indah dan menantang. Tidak hanya satu tempat tetapi ada beberapa tempat yang punya daya tarik sendiri-sendiri. “Disini banyak spot yang bisa dinikmati oleh para penggemar snorkeling maupun diving,” kata Made sang sopir setia yang mengantar kita kemana-mana.
Jarak antara kawasan Pantai Uug, Pantau Atuh ataupun Toyapakeh memang tidak terlalu jauh. Tetapi karena jalannya yang belum semua mulus dan cukup sempit, maka perlu waktu yang cukup lama untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Sekitar satu jam, kita sampai ke tempat terakhir yang kita tuju untuk hari itu, yaitu tempat yang sangat terkenal dengan pemandangan bawah lautnya. Bahkan tidak jarang, para wisatawan menyebutnya sebagai kawasan surga pemandangan bawah laut. “Biasanya kalau sudah berada di tengah laut, wisatawan bisa lupa waktu,” kata Made ketika sudah sampai di lokasi.
Begitu sampai di lokasi, kita sudah disambut dengan peralatan dan pendamping kita ke tempat-tempat snorkeling. Karena memang kita belum mahir diving, maka agenda itu adalah menuju tempat-tempat snorkeling. Kita targetkan tiga tempat, yaitu pertama di tempat yang paling banyak macam ikan dan terumbu karangnya, kedua di kawasan Budha under water dan ketiga di kawasan snorkeling dibawah kawasan pemandangan hotel antik. Dengan memakai peralatan snorkeling kita naik speedboot ke lokasi. Kesan pertama, kawasan ini sangat indah dan menantang. Airnya jernih, ombaknya cukup deras dan melewati tebing-tebing yang tidak terlalu tinggi.
Pada snorkeling stop yang pertama, kita disuguhi pemandangan alam bawah laut yang luar biasa. Ratusan jenis ikan dengan berbagai warna-warni serata terumbu karang dan tumbuhan laut yang terpadu menjadi pemandangan yang membuat mata tidak berkedip. Tidak hanya malas berkedip, tetapi meski sudah berlama-lama di satu tempat masih saja malas untuk berpindah. Karena memang ikan-ikanya selalu bergerak dan memunculkan waran-warni keindahan surga dunia. Rasanya satu jam berada disitu tidak terasa, ketika kita sudah diingatkan oleh tourguide untuk pindah ke stop yang lainnya. Tentu saja, selama disitu kita sudah foto-foto dan mengambil videonya dengan memakai kamera gopro.
Dengan segenap rasa penasaran kita pindah ke tempat yang kedua. Kali ini sasaran kita adalah pemandangan alam bawah laut buatan manusia, yaitu Budha Underwater. Di tempat itu ada patung Budha raksasa yang ditanam dibawah laut. Tentu saja dengan berbagai pendamping lainnya seperti patung-patung kecil, pagar wihara dan lain sebagainya. Tempat ini menjadi objek wisata yang menarik karena keunikannya itu. Di Indonesie, Budha underwater hanya berada di tempat itu.
Di tempat ketiga tidak kalah menariknya. Dengan latar belakang bangunan-bangunan hotel dan tebing, kita bisa berfoto-foto sambil snorkeling di tempat itu. Memang, andalan tempat ini adalah latar belakang yang sangat indah untuk berfoto-foto. Selan tentu saja pemandangan bawah lautnya yang juga luar biasa……… ( Nur Wakhid / habis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.