berita POLITIK

Aksi Damai Hari Buruh Internasional

Kediri,  demonstran.com – Saat ini tengah berlangsung Aksi Damai dari Ratusan LSM (lembaga swadaya masyarakat) se Kediri Raya dan para buruh Kota/Kab Kediri, dalam memperingati Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada hari ini, Senin 1 Mei 2018.
Dilangsungkan di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, mereka menyuarakan berbagai aspirasi-aspirasi didalam menyoroti kesejahteraan para buruh. Salah satunya yang tertuang didalam orasi serta menjadikan aspirasi mereka di dalam memperingati Hari Buruh Seduania ini adalah,
1. Menolak Perpres No. 20 tahun 2018 serta mendesak Pemerintah untuk menghapusnya, karena di dalam Perpres itu akan secara nyata akan mengurangi kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal yang mengakibatkan angka pengangguran akan semakin tinggi.
2. Menyerukan kepada seluruh pekerja/buruh untuk menolak kebijakan upah murah dan menuntut kepada Pemerintah untuk menetapkan UMK (upah minimal kerja) yang layak bagi pekerja/buruh agar dapat hidup lebih layak. Mengingat kenaikan harga BBM dan sembako yang luar biasa, maka UMK Kota/Kab Kediri harus dinaikkan minimal 15%, agar para buruh mampu mencukupi kebutuhan minimal dalam hidupnya.
3. Mendesak kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak secara tegas terhadap perusahaan yang memaksakan penggunaan sistem outsourcing yang melanggar peraturan dan perundang-undangan. Apabila penegakan hukum tidak mampu melakukan, maka kami akan menuntut agar kebijakan ketenagakerjaan sistem outsourcing itu dihapus.
4. Meminta kepada  para pengusaha untuk membayar upah sesuai UMK yang ditetapkan Pemerintah, dan mendesak kepada Pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada pengusaha yang tidak mematuhi UMK.
5. Mari kita jadikan peringatan hari buruh 2018 ini sebagai momentum persatuan, kesatuan, dan harmonisasi hubungan kerja yang saling menguntungkan, melindungi dan menempatkan buruh dalam tataran yang lebih manusiawi dan bermartabat. Kepada seluruh saudara-saudara kami para buruh “Mari bangkit dan berjuang melawan kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat, menuju kesejahteraan bersama”.
Hingga turunnya berita ini, ratusan massa masih tetap melangsungkan aksi dalam memperingati Hari Buruh internasional(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.